BMW kembali menegaskan bahwa mereka tidak tertarik untuk kembali ke Formula 1. Meski seri balap jet darat ini semakin populer dan menarik banyak pabrikan besar, BMW memilih bertahan di ajang balap ketahanan. Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan terkait erat dengan filosofi teknologi yang mereka usung.

Frank van Meel, bos BMW M, dengan tegas menyatakan bahwa F1 terlalu jauh dari dunia produksi mobil mereka. Menurutnya, ajang seperti WEC dan IMSA jauh lebih relevan karena memungkinkan transfer teknologi langsung ke mobil jalan raya. "Formula 1 terlalu jauh bagi kami; itu terlalu banyak laboratorium dan tidak cukup terhubung dengan mobil produksi," ujarnya kepada Motor1 Germany.

Van Meel menjelaskan bahwa F1 akan menuntut pusat teknologi yang terpisah, terisolasi dari pengembangan produk utama BMW. Padahal, cerita di balik divisi M adalah bagaimana membawa semangat balap ke dalam mobil yang bisa dibeli konsumen. "Pelanggan dan penggemar kami memang menyukai F1, tetapi mereka juga menyukai motorsport yang lebih dekat dengan mobil produksi," tambahnya.

- Advertisement -
Advertisement

Meski absen dari F1, BMW justru sangat serius di ajang balap ketahanan. Mobil andalan mereka, BMW M Hybrid V8, menjadi ujung tombak di WEC dan IMSA. Program ganda ini memungkinkan BMW berlaga di balapan legendaris seperti Le Mans dan Daytona. Selain itu, mereka juga menjual versi GT3 dan GT4 dari M4 untuk tim-tim pelanggan di seluruh dunia, yang dinilai lebih menguntungkan secara bisnis.

Van Meel juga menyoroti pentingnya pasar Amerika Serikat, yang menyumbang sekitar 40 persen dari penjualan BMW M. "BMW tumbuh besar di AS melalui motorsport. Karena itu, IMSA sangat penting bagi kami," jelasnya. Menurutnya, transfer teknologi langsung seperti elemen desain M4 GT3 yang diadopsi ke konsep mobil listrik masa depan menjadi bukti nyata manfaat program balap mereka.

Baca Juga Lando Norris Balas Kritik Rival soal Peluang Gelar F1 2026

Sementara rival sekelas seperti Audi, Cadillac, dan Ford justru berbondong-bondong masuk F1, BMW memilih jalur yang berbeda. Keputusan ini menunjukkan bahwa tidak semua pabrikan melihat F1 sebagai tujuan akhir. Bagi BMW, kesuksesan di ajang balap ketahanan dan relevansi teknologi adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Jadi, bagi penggemar yang berharap melihat BMW kembali berlaga di grid F1, tampaknya harus bersabar. Fokus BMW saat ini adalah membangun dominasi di ajang balap ketahanan sambil terus mengukuhkan posisi mereka sebagai pabrikan yang dekat dengan penggemar dan produknya.