Lando Norris kembali menegaskan bahwa kemenangan beruntun di GP Hongaria dan GP Belanda tidak serta-merta membuatnya yakin mampu merebut gelar Formula 1 2026. Meski kini menjadi pembalap kedua musim ini yang meraih dua kemenangan beruntun, pebalap McLaren itu tetap rendah hati menilai peluangnya.
Setelah 12 seri, Norris tertinggal 83 poin dari pemimpin klasemen, Kimi Antonelli. Dalam musim normal, defisit sebesar itu mungkin dianggap mustahil dikejar. Namun dengan dinamika musim yang berubah cepat mengikuti paket upgrade, banyak pihak yang tak berani mencoret namanya dari daftar kandidat juara.
Norris mengakui kecepatan tinggi McLaren memang superior, seperti terlihat di Zandvoort saat ia unggul jauh dari Mercedes di tikungan 7 dan 8. Namun ia juga menyoroti kelemahan mobilnya di sektor lambat, yang membuatnya ragu untuk memprediksi konsistensi di seri-seri tersisa.
"Saya tahu saya baru memenangkan dua balapan beruntun dan dua pole, tapi saat ini saya belum punya mobil yang saya butuhkan untuk bertarung memperebutkan gelar. Saya sadar itu pernyataan yang cukup besar," ujarnya, menanggapi klaim rival yang menganggap McLaren kini terdepan.
Faktor pengembangan menjadi kunci musim ini karena regulasi teknis baru. Seperti yang ditunjukkan Red Bull pada 2025, upgrade yang konsisten bisa mengubah arah kejuaraan. Norris pun mencontohkan kerja keras semalam di Zandvoort yang mengubah performa mobilnya secara drastis.
Baca Juga George Russell Hadapi Dua Investigasi Steward F1 AustraliaIa juga merasa dirinya kini lebih matang dalam membaca mobil dan menyampaikan umpan balik ke tim. "Saya tidak hanya lebih baik di lintasan, tapi juga dalam cara saya bekerja di luar trek," tambahnya.
Dengan 12 seri tersisa, Norris tetap menjadi ancaman serius, tetapi ia sendiri belum berani memasang target muluk. Yang jelas, ia akan terus memaksimalkan setiap peluang.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!