Arvid Lindblad, rookie Racing Bulls di Formula 1, angkat bicara mengenai dinamika hubungannya dengan rekan setim, Liam Lawson. Pembalap asal Inggris berusia 19 tahun itu mengaku persaingan sehat di antara mereka menjadi salah satu kunci performa impresif tim sepanjang paruh pertama musim ini.
Lindblad langsung mencuri perhatian di GP Australia dengan finis kedelapan dan merebut empat poin. Setelah sempat gagal mencetak angka di Jepang, Miami, dan Kanada, ia bangkit dengan enam kali finis di zona poin berturut-turut. Hasil itu, ditambah konsistensi Lawson, mengangkat Racing Bulls melewati Alpine di klasemen konstruktor menjelang jeda musim panas.
"Sejujurnya, saya rasa kami punya hubungan yang baik," ujar Lindblad kepada F1.com. "Kami berhasil membangun dinamika yang solid, bisa memisahkan urusan di lintasan dan di luar lintasan. Di trek, kami saling ingin mengalahkan, itu wajar dalam olahraga. Tapi di luar mobil, kami punya hubungan yang tulus dan menyenangkan."
Ia menambahkan bahwa persaingan internal justru mendorong performa tim secara keseluruhan. "Kami saling memacu, dan itu bagus untuk kami berdua maupun tim. Semakin kami mendorong satu sama lain, semakin banyak performa yang kami dapatkan. Itu terlihat dari hasil," jelasnya.
Dinamika positif ini juga terlihat dari konten media sosial Racing Bulls yang kerap menampilkan keduanya. Tim yang berbasis di Faenza itu memiliki 4 juta pengikut di Instagram dan 2,3 juta di TikTok, menjadikannya salah satu tim dengan pengikut terbanyak di grid. Keakraban Lindblad dan Lawson di luar lintasan jelas menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar.
Add us as preferred source
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!