Pedro Acosta memilih menepi dari duel sengit melawan duo Marquez di MotoGP Misano setelah nyaris kehilangan kendali di tikungan 7. Pembalap Red Bull KTM itu mengaku sempat merasa tak nyaman dengan ban depan, dan memutuskan untuk "santai saja" demi mengamankan podium.

Keputusan itu terbukti tepat. Meski finis ketiga, Acosta menilai balapan di Misano jauh lebih baik ketimbang posisi runner-up yang diraihnya di Aragon. "Bahkan jika saya finis ketiga, secara keseluruhan balapan ini jauh lebih baik daripada Aragon," ujarnya.

Akhir pekan di Misano memang berat bagi Acosta. Ia mengaku kesulitan di titik pengereman, sesuatu yang tidak biasa. Namun, kerja keras tim pada Sabtu malam membuahkan hasil. "Kami mengubah seluruh motor, saya sangat kesulitan kemarin. Tapi kecepatan di akhir balapan cukup bagus," tambahnya.

- Advertisement -
Advertisement

Perubahan besar pada RC16 membuat Acosta mampu bersaing dengan Ducati dan Aprilia. Ia sempat mendekati Marc Marquez hingga selisih 1,687 detik sebelum insiden di tikungan 7. "Ban depan terkunci, dan saat itulah saya berkata, 'Oke, sekarang waktunya santai sedikit.' Saya punya jarak yang aman dengan Aldeguer di belakang, dan P3 sudah lebih dari cukup," jelasnya.

Baca Juga Luca Marini Tanggapi Rumor Pindah ke Yamaha 2027

Dengan hasil ini, Acosta naik ke peringkat kelima klasemen sementara, unggul atas Ai Ogura yang cedera. Kerja sama apik dengan tim KTM menjadi kunci kebangkitan di Misano. "Kami bertarung dengan Ducati, dengan Aprilia. Kami harus senang," pungkasnya.

Keputusan Acosta untuk tidak memaksakan diri patut diapresiasi. Di tengah tekanan untuk mengejar Marc Marquez, ia menunjukkan kedewasaan sebagai pembalap. Kini fokusnya beralih ke balapan berikutnya, dengan modal kepercayaan diri yang meningkat.