Jack Miller harus mengakhiri balapan MotoGP San Marino di Sirkuit Misano lebih cepat dari yang diinginkannya. Pembalap Pramac Yamaha itu terjatuh di tikungan delapan pada lap ketiga, namun yang membuatnya tidak bisa melanjutkan balapan bukanlah crash itu sendiri, melainkan serangkaian masalah teknis yang muncul setelahnya.

Miller, yang saat itu sedang berjuang untuk masuk ke posisi poin, terjatuh saat mencoba menyalip Johann Zarco. Insiden itu juga membuat Zarco tersingkir di akhir balapan. “Bukan hari yang panjang untuk saya,” ujar Miller usai balapan. “Saya memulai dengan baik, melakukan beberapa manuver bagus di lap pertama, dan mencoba menyalip Johann di tikungan satu. Saya merasa memiliki pace yang bagus dan berusaha mengejar sebanyak mungkin karena setelah itu sulit untuk menyalip, terutama bagi kami di sini.”

Crash di tikungan delapan membuat Miller kehilangan kesempatan meraih poin, tetapi ia masih bisa bangkit. Sayangnya, begitu ia berada di gravel, motor Yamahanya mengalami error traksi kontrol (TC). Ia pun mematikan motor dan mencoba menyalakannya kembali untuk menghapus error tersebut. Namun, saat itulah masalah kedua muncul: kopling selip dan motor tidak mau menyala. “Saya mengalami error TC karena berada di gravel. Saya coba matikan dan nyalakan lagi untuk membersihkan error, tapi setelah dimatikan, kopling selip dan tidak mau menyala. Itu menyebalkan. Tapi apa pun itu, kerusakan sudah terjadi akibat crash di tikungan delapan,” jelas Miller.

- Advertisement -
Advertisement

Kekecewaan Miller semakin dalam karena ia merasa motor Yamaha YZR-M1 yang dikendarainya di balapan adalah yang terbaik sepanjang akhir pekan. “Bukan akhir pekan yang mudah, tapi kami tidak pernah berhenti mencoba,” katanya. “Bahkan hingga hari ini, saya rasa ini adalah motor terbaik yang saya kendarai sepanjang akhir pekan. Kami mengejar setup sepanjang waktu, mengubah sudut headstock tadi malam, dan dari warm-up ke balapan kami sedikit lebih panjang dan lebih lembut. Kami mencoba mengejar ketertinggalan dan mendapatkan sesuatu yang kompetitif dan nyaman bagi saya. Seperti yang saya bilang, di balapan motor terasa terbaik, tapi saya tidak bisa berbuat banyak.”

Masalah yang dialami Miller menunjukkan betapa kompleksnya teknologi MotoGP saat ini. Error elektronik yang muncul akibat berada di gravel, ditambah dengan masalah kopling, menjadi kombinasi yang fatal. Ini juga menjadi pukulan bagi tim Pramac Yamaha yang tengah berjuang mengembangkan motor di musim perdananya bersama Yamaha. Miller, yang dikenal agresif, harus menerima kenyataan pahit bahwa usahanya di awal balapan sirna karena masalah teknis yang tidak terduga.

Baca Juga Binder Khawatir Mesin KTM Menipis untuk Sisa MotoGP 2026

Insiden di tikungan delapan juga menjadi sorotan karena tikungan tersebut memakan korban lain seperti Zarco. Miller menyebut bahwa ia, Quartararo, dan Zarco semuanya mengerem terlalu lambat dan keluar dari garis ideal. “Kami semua sedikit keluar dari garis. Saya sedikit lebih lebar dan memaksakan diri lebih dari yang lain, dan ban depan menyerah,” kenangnya. Crash itu sendiri murni kesalahan pembalap, tetapi dampaknya diperparah oleh masalah teknis yang membuatnya tidak bisa melanjutkan balapan.

Dengan hasil ini, Miller gagal menambah koleksi poinnya di klasemen pembalap. Ia masih tertahan di posisi yang kurang menguntungkan, sementara rival-rivalnya terus mengumpulkan poin. Balapan di Misano seharusnya bisa menjadi momentum bagi Miller untuk bangkit, mengingat pace yang ia tunjukkan cukup menjanjikan. Namun, nasib berkata lain. Tim Pramac Yamaha pun harus segera membenahi masalah elektronik dan kopling agar tidak terulang di balapan berikutnya.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa dalam MotoGP, faktor teknis seringkali menjadi penentu. Miller, yang selalu tampil gigih, tentu tidak akan menyerah. Ia akan bangkit dan mencoba lagi di seri berikutnya. Namun, untuk sekarang, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa Misano bukanlah akhir pekan yang ia harapkan.