MotoGP, Nusantara Media - Pembalap Luca Marini memberikan tanggapan atas rumor yang mengaitkannya dengan kepindahan ke Yamaha pada musim MotoGP 2027, di tengah dinamika bursa pembalap yang diprediksi semakin aktif dalam waktu dekat.
Pembalap Honda tersebut menjadi salah satu nama yang dikaitkan dengan proyek jangka panjang Yamaha, yang saat ini tengah membangun ulang performa motor V4 mereka. Spekulasi ini muncul menjelang dimulainya musim 2026 di Thailand, bersamaan dengan sejumlah potensi pergerakan besar di grid MotoGP.
Menanggapi isu tersebut, Marini mengaku belum mengetahui detail konkret terkait rumor tersebut, namun menegaskan kekuatannya dalam aspek pengembangan motor.
“Saya tidak tahu apa-apa, tapi memang benar bahwa dalam hal pengembangan motor, saya adalah yang terbaik,” ujarnya.
Sejak bergabung dengan Honda pada 2024 dari tim VR46 Ducati, Marini dikenal memiliki pendekatan analitis yang kuat, yang berperan dalam mempercepat proses pengembangan motor pabrikan Jepang tersebut.
Namun, dengan rencana Honda memperkuat line-up mereka untuk 2027, termasuk potensi kedatangan Fabio Quartararo, posisi Marini di tim pabrikan menjadi tidak sepenuhnya aman.
Saat ini, Honda juga memiliki keterbatasan slot pembalap, dengan duo LCR yang terdiri dari Johann Zarco dan Diogo Moreira dikabarkan telah memiliki kontrak hingga 2027. Hal ini membuat persaingan internal semakin ketat dalam perebutan kursi utama.
Selain itu, Honda juga diperkuat oleh tim penguji berpengalaman seperti Aleix Espargaro dan Takaaki Nakagami, yang turut mendukung pengembangan motor tanpa harus menambah pembalap baru dengan profil serupa.
Dari sisi performa, meski Marini menunjukkan konsistensi sepanjang musim lalu, ia dinilai masih kalah dalam hal kecepatan murni dibandingkan rekan setimnya, Joan Mir, yang mampu meraih dua podium pada paruh akhir musim.
Di sisi lain, Yamaha diperkirakan akan mendatangkan nama besar seperti Jorge Martin, yang berpotensi menjadi pemimpin proyek mereka. Dalam skenario tersebut, Marini dinilai sebagai kandidat ideal untuk mengisi posisi pembalap kedua, mengingat pengalamannya dalam membangun proyek bersama Honda.
Situasi ini juga membuka pertanyaan mengenai masa depan Alex Rins, yang belum menunjukkan performa kompetitif sejak bergabung dengan Yamaha pada 2024.
Dengan bursa pembalap MotoGP 2027 yang mulai memanas, posisi Marini menjadi salah satu yang patut diperhatikan, seiring kebutuhan tim-tim pabrikan akan pembalap yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan teknis jangka panjang.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!