Andrea Kimi Antonelli meraih kemenangan kedelapannya musim ini di Grand Prix Spanyol, namun ia dengan jujur mengakui bahwa keberuntungan berpihak padanya. Pembalap Mercedes itu memanfaatkan timing virtual safety car (VSC) untuk masuk pit dari posisi kedua, sementara Lando Norris yang memimpin balapan justru kehilangan peluang akibat tidak bisa masuk pit saat VSC keluar.
Ketika Norris akhirnya masuk pit, balapan sudah kembali hijau. Pit stop lambat yang dialaminya membuatnya kembali ke lintasan di posisi kelima. Juara dunia bertahan itu berjuang keras hingga finis ketiga, tetapi tidak mampu melewati Antonelli dan Max Verstappen dari Red Bull karena sulitnya melakukan manuver di sirkuit Madring.
Usai balapan, Antonelli tidak menyembunyikan fakta bahwa kemenangan ini adalah salah satu yang paling beruntung. "Bagus bisa menang, tapi jika saya harus realistis dan jujur, hari ini kami tidak layak menang," ujar Antonelli. "Lando layak menang hari ini, dan menurut saya hasil kami seharusnya P2 atau bahkan P3."
Pembalap Italia berusia 20 tahun itu juga mengakui kesalahannya di awal balapan. "Saya tidak melakukan pekerjaan yang cukup baik di start, terlalu agresif dan menempatkan diri saya di posisi buruk. Jadi ya, ada hal yang harus diperbaiki. Tapi secara keseluruhan, hari ini berjalan baik dan saya senang. Kami akan berusaha lebih baik di Baku."
Baca Juga Pembalap Ferrari Selamat dari Kecelakaan Berapi di China GT, Marshal DikritikDengan rekan setim sekaligus rival gelar, George Russell, hanya finis kelima, Antonelli kini memimpin klasemen dengan keunggulan 81 poin. Meski tampak tak terhentikan, ia menolak memikirkan kemungkinan menjadi juara dunia termuda dalam sejarah F1. "Itu justru yang tidak ingin saya lakukan," tegasnya. "Saya ingin terus mendorong balapan demi balapan, terus tampil dan menikmati prosesnya, lalu kita lihat di mana kami berakhir di akhir tahun."
Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi Norris yang harus puas finis ketiga setelah kehilangan kemenangan di depan mata. Sementara itu, Verstappen yang finis kedua tetap menjadi ancaman, meski kini terpaut jauh dari Antonelli di klasemen. Balapan di Madrid menjadi pengingat bahwa dalam F1, keberuntungan dan strategi sama pentingnya dengan kecepatan murni.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!