Pembalap muda asal Australia, Oscar Piastri, menutup sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Meksiko di posisi ke-10. Ia terpaut waktu 0,539 detik lebih lambat dari rekan setimnya di McLaren, yang mengamankan posisi kedua dan hanya berjarak tipis 0,103 detik di belakang pembalap Ferrari, Charles Leclerc. Meskipun hari pembuka tersebut diwarnai dengan berbagai catatan waktu yang kurang bersih, sang pembalap tetap merasa yakin dengan potensi kecepatan mobilnya di atas lintasan Autodromo Hermanos Rodriguez.

Sebelumnya, pada sesi FP1, pembalap bernomor mobil khas tersebut sempat berada di posisi kedelapan. Rekan setimnya terpaksa absen pada sesi pagi tersebut untuk memberikan kesempatan kepada pembalap muda Leonardo Fornaroli menguji mobil McLaren dan menyelesaikan sesi di posisi ke-17. Ketika kedua pembalap kembali berada di garasi yang sama untuk sesi sore di FP2, perbedaan catatan waktu satu lap langsung terlihat jelas, di mana ia kesulitan mengimbangi kecepatan optimal yang berhasil ditorehkan oleh rekan garasinya tersebut.

Kendati demikian, evaluasi keseluruhan menunjukkan hasil yang cukup positif bagi tim, mengingat tingkat daya saing mobil ternyata melampaui ekspektasi awal di trek yang memiliki tantangan ketinggian ekstrem ini. Dalam wawancara usai sesi, ia secara terbuka mengakui bahwa sesi latihan tersebut berjalan sangat rumit. Lap menggunakan ban kompon lunak miliknya pada sesi FP2 berjalan cukup kacau, namun ia tetap merasakan fondasi kecepatan secara keseluruhan sudah berada di jalur yang benar.

- Advertisement -
Advertisement

"Lap kompon lunak saya di FP2 agak berantakan, tetapi saya merasa kecepatan secara keseluruhan sepertinya ada di sana," ungkapnya mengomentari jalannya sesi latihan Jumat. Ia juga menyoroti performa skuad Kuda Jingkrak yang tampil sangat kompetitif. "Ferrari terlihat sangat kuat, yang saya rasa memang bisa Anda duga di trek seperti ini, tapi saya pikir kami menjalani hari yang cukup baik."

Keyakinan tersebut bersumber dari keyakinan bahwa banyak waktu berharga terbuang akibat kesalahan-kesalahan kecil saat mengemudi, yang justru memberikan ruang optimisme besar menjelang sesi kualifikasi hari Sabtu. Dirinya percaya bahwa membenahi kesalahan penempatan titik pengereman dan racing line akan secara drastis mendongkrak posisinya di papan catatan waktu. Tantangan terberat, menurutnya, adalah mengalahkan kecepatan tim asal Maranello yang terbukti sangat solid, ditambah ketatnya persaingan di barisan papan tengah.

Baca Juga Peningkatan Mercedes di F1 GP Singapura Beri Harapan Positif

"Ada beberapa kesalahan besar, jadi saya optimis jika saya bisa merapikannya, saya akan berada jauh di depan juga, yang merupakan perasaan yang menyenangkan untuk dimiliki," tambahnya. "Jadi saya pikir untuk mencoba mengalahkan Ferrari besok akan sangat sulit, seperti yang terlihat. Dan persaingannya sangat ketat, saya bisa bilang, di seluruh barisan, jadi Anda harus berada di puncak performa."

Selain masalah waktu putaran, ia turut mengomentari karakteristik permukaan aspal baru di sirkuit tersebut yang menghadirkan tantangan cengkeraman ban, sejalan dengan dinamika regulasi modern, serta isu krusial mengenai pendinginan mesin yang wajib diwaspadai oleh para insinyur. Menanggapi spekulasi dari pembalap Mercedes George Russell mengenai potensi keunggulan ukuran turbo kecil milik Ferrari di sirkuit dataran tinggi, ia memilih untuk tidak ambil pusing dan mendinginkan rumor tersebut.

Dilansir dari Speedcafe, ia menegaskan bahwa argumen mengenai keunggulan turbo di ketinggian tidak terbukti di lintasan lurus. "Mereka terlihat sangat cepat hari ini. Saya tidak berpikir turbo akan membuat perbedaan besar seperti yang kita duga," jelasnya menutup sesi evaluasi hari Jumat sebelum menyongsong sesi latihan terakhir dan kualifikasi.