Banten, Nusantara Media – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Provinsi Banten pada Kamis malam ini. Peringatan ini dikeluarkan pukul 19:20 WIB, memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang mulai pukul 19:40 WIB. Kondisi ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 22:00 WIB, memengaruhi berbagai kabupaten dan kota di wilayah tersebut.

Data BMKG, hujan lebat awalnya berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang seperti Cikeusik, Panimbang, Angsana, Munjul, Mekarjaya, Sindangresmi, dan Sobang. Di Kabupaten Lebak, daerah terdampak mencakup Malingping, Bojongmanik, Gunungkencana, Banjarsari, Cileles, Cijaku, Cihara, dan Cirinten. Sementara itu, Kabupaten Serang meliputi Pulo Ampel, Pontang, Tirtayasa, Tanara, Carenang, Lebak Wangi, serta sekitarnya.

Peringatan ini juga menyebutkan kemungkinan perluasan ke wilayah lain, termasuk di Kabupaten Pandeglang seperti Pagelaran, Bojong, Picung, Labuan, Menes, Saketi, Cipeucang, Jiput, Mandalawangi, Cimanuk, Kaduhejo, Banjar, Pandeglang, Cadasari, Cisata, Patia, Karang Tanjung, Cikedal, Carita, Sukaresmi, Pulosari, dan Majasari. Di Kabupaten Lebak, perluasan bisa mencapai Panggarangan, Bayah, Cipanas, Muncang, Leuwidamar, Cimarga, Sajira, Cikulur, Cibeber, Cilograng, Wanasalam, Sobang, Curug Bitung, Lebakgedong, dan Cigemlong. Kabupaten Serang berpotensi meluas ke Kramatwatu, Waringinkurung, Bojonegara, Ciruas, Kragilan, Cikande, Kibin, Binuang, Baros, Ciomas, Pabuaran, Padarincang, Anyar, Cinangka, Mancak, dan Gunung Sari. Selain itu, Kota Cilegon termasuk Cibeber, Cilegon, Pulomerak, Ciwandan, Jombang, Gerogol, Purwakarta, dan Citangkil, serta Kota Serang seperti Serang, Kasemen, Walantaka, Curug, Cipocok Jaya, Taktakan, dan sekitarnya juga berisiko terdampak.

Peringatan ini dikeluarkan karena pola cuaca musiman yang dipengaruhi oleh faktor atmosfer seperti peningkatan kelembapan dan angin konvergen di wilayah barat Jawa, yang dapat memicu pembentukan awan cumulonimbus penyebab hujan deras dan petir. BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama di daerah rawan banjir dan longsor, untuk menghindari risiko seperti pohon tumbang, banjir bandang, atau kerusakan infrastruktur akibat angin kencang.

Masyarakat diimbau untuk memantau update cuaca melalui situs resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG, serta menghindari aktivitas luar ruangan selama periode tersebut. Pemerintah daerah setempat juga diminta untuk mengaktifkan posko siaga bencana guna merespons kemungkinan dampak lanjutan.