Dunia balap GT internasional mendadak bergemuruh ketika Max Verstappen secara mengejutkan melangkah keluar dari paddock Formula 1 untuk langsung mencatatkan debut balap kompetitifnya di ajang GT World Challenge Europe. Peraih gelar juara dunia Formula 1 empat kali ini terbang langsung menuju Sirkuit Portimao di Portugal, usai mengamankan kemenangan keduanya musim 2026 yang diraih dengan penuh gemilang di Grand Prix Singapura. Kehadirannya di ajang ketahanan bergengsi ini tentu saja langsung menyita perhatian ribuan pasang mata, baik para pecinta balap roda terbuka maupun para penggemar setia balap mobil sport tertutup dunia.
Pebalap asal Belanda tersebut dipercaya untuk mengemudikan mobil Mercedes AMG GT3 bernomor lambung 3 yang bernaung di bawah bendera Team Verstappen. Keputusan turun tangan ini terpaksa diambil karena para pebalap reguler dari skuad tersebut, yakni Dani Juncadella dan Joules Gounon, tidak dapat memenuhi panggilan tim akibat harus menjalani bentrokan jadwal yang krusial dengan komitmen FIA World Endurance Championship mereka di Sirkuit Barcelona pada akhir pekan yang sama. Situasi mendesak inilah yang membuka jalan lebar bagi sang bintang Formula 1 untuk merasakan atmosfer balap ketahanan GT yang terkenal sangat ketat dan melelahkan.
Dalam petualangan perdana di balik kemudi mobil GT3 tersebut, Verstappen tidak sendirian. Ia berbagi kokpit dengan dua pebalap profesional berpengalaman, yaitu Ben Barnicoat dan Chris Lulham. Perjalanan akhir pekan mereka dimulai dengan kerja keras yang tidak mudah ketika mobil nomor 3 tersebut hanya mampu bertengger di posisi ke-20 pada sesi latihan bebas pertama atau FP1. Namun, kapasitas kelas dunia dari para kru langsung terlihat ketika mereka melakukan evaluasi teknis secara cepat dan meroket ke posisi keempat pada sesi latihan bebas kedua, menunjukkan adaptasi kilat sang juara dunia terhadap karakteristik aerodinamika dan traksi mobil GT.
Meskipun menunjukkan peningkatan performa yang sangat impresif sepanjang sesi latihan, perjuangan sesungguhnya terjadi saat sesi kualifikasi resmi digelar. Melawan puluhan pebalap spesialis GT yang sudah sangat hapal dengan karakter trek Portimao, Verstappen dan rekan-rekan setimnya harus puas mengamankan posisi start ke-15 untuk menghadapi ketatnya balapan Endurance Cup penutup musim. Posisi start di tengah rombongan besar ini menjanjikan drama adu cepat yang menegangkan, mengingat karakteristik sirkuit yang memiliki banyak tikungan naik turun berkecepatan tinggi serta potensi lalu lintas padat dari mobil-mobil kelas lain.
Baca Juga KTM Rombak Tim Motocross, Stefan Simpson Gantikan Joel SmetsSalah satu daya tarik paling masif yang paling dinanti oleh para penggemar dari balapan di Portimao akhir pekan ini adalah duel lintas generasi yang mempertemukan Max Verstappen dengan legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi. Ajang finale GT World Challenge Europe ini menjadi panggung sejarah pertama kalinya bagi Verstappen dan Rossi untuk berbagi lintasan balap yang sama dalam sebuah kejuaraan resmi. Rossi, yang mengemudikan mobil BMW tim WRT, mengungkapkan kekagumannya sekaligus antusiasmenya atas kehadiran sang bintang F1 di grid yang sama.
Menanggapi partisipasi mengejutkan sang juara dunia F1, Valentino Rossi sempat melontarkan pujian sekaligus candaan khas kepada media Sky Sport Italy. Rossi menyatakan, "Ini akan menjadi hal yang luar biasa. Maksud saya, ini akan menjadi masalah besar karena dia pasti akan sangat cepat, tetapi ini akan sangat fantastis. Saya harus katakan, saya tidak pernah membayangkan akan membalap melawan Max Verstappen. Jadi ini luar biasa, ini akan sangat hebat bagi semua orang yang menghadirkannya di sana, dan saya berharap saya mendapatkan kesempatan untuk mengikutinya dan melihat bagaimana cara dia mengemudi." Antusiasme tinggi dari sang legenda roda dua ini semakin menegaskan betapa besar magnet kehadiran Verstappen di ajang balap ketahanan mobil GT.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!