Nicolo Bulega saat ini tengah menikmati momen-momen krusial sebelum memulai babak baru dalam karier balapnya di kancah Grand Prix. Pembalap asal Italia tersebut memanfaatkan hari-hari terakhirnya di ajang World Superbike untuk melakukan refleksi mendalam atas pencapaian luar biasa yang telah diraihnya, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan besar yang menantinya di kelas utama MotoGP pada musim 2027 mendatang. Dalam perbincangan eksklusif bersama jurnalis Alba Casares, sang juara dunia Superbike musim ini membahas berbagai aspek teknis sepeda motor, memberikan pandangan awalnya terhadap calon rekan setimnya, serta merenungkan tekanan mental yang selalu hadir ketika harus memacu kendaraan hingga batas maksimal di setiap akhir pekan balapan.

Keberhasilan mengunci gelar juara dunia Superbike musim ini semakin terasa sempurna bagi pembalap andalan pabrikan asal Borgo Panigale tersebut setelah ia sukses mengamankan kemenangan ke-50 sepanjang karier balapnya. Torehan fantastis ini diraih tepat pada akhir pekan yang menandai perpisahan emosionalnya dari paddock Superbike, sebuah momen yang tentu akan selalu dikenang oleh para penggemar setianya di seluruh dunia. Saya sangat contento bisa mengamankan rekor prestisius ini sebelum melangkah ke MotoGP, dan rasanya luar biasa bisa menutup akhir pekan terakhir di Superbike dengan performa seperti hari ini, ungkap Bulega dengan penuh rasa bangga.

Pencapaian rekor kemenangan tersebut juga menempatkan namanya sejajar dengan legenda balap dunia, sebuah kehormatan besar yang membuatnya merasa sangat tersanjung mengingat durasi kariernya di kejuaraan dunia Superbike yang masih tergolong sangat singkat. Bagi saya pribadi, melihat nama saya berada begitu dekat dengan catatan sejarah seorang Troy Bayliss dalam daftar peraih kemenangan terbanyak adalah sesuatu yang sangat luar biasa, mengingat saya baru menjalani musim ketiga di kejuaraan dunia Superbike, tambahnya. Ia juga memilih untuk bersikap tenang menghadapi ketidakpastian cuaca di sisa kompetisi, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlalu terbebani karena target utama musim ini telah tercapai dengan sangat baik.

- Advertisement -
Advertisement

Selain membahas pencapaian historisnya, Bulega juga membedah perubahan teknis yang terjadi pada kuda besi Ducati miliknya jika dibandingkan dengan performa tiga musim lalu, terutama terkait dinamika kecepatan di jalur lurus. Menurutnya, regulasi pembatasan bahan bakar membuat karakteristik mesin terasa berbeda di mana motor kini memiliki catatan kecepatan puncak yang sedikit lebih rendah di trek lurus akibat efisiensi bahan bakar. Meskipun demikian, ia memuji karakteristik sasis yang sangat menyenangkan untuk dikendarai serta kemampuan traksi luar biasa saat keluar tikungan yang menjadi senjata utama dalam melibas setiap lap balapan.

Baca Juga Aragon Jadi Penentu Calon Juara MotoGP 2026? Aprilia Angkat Bicara

Menatap musim 2027, tantangan baru yang jauh lebih berat telah menanti di kelas premier di mana ia harus beradaptasi dengan tingkat kompetisi yang jauh lebih ketat dan teknis. Dengan persiapan matang dan mentalitas juara yang telah ditempa melalui berbagai kemenangan gemilang di Superbike, perpindahan ini diyakini akan menjadi salah satu babak paling menarik untuk disaksikan dalam peta persalinan balap motor internasional dalam beberapa tahun ke depan.