Luca Marini mengungkapkan adanya kesenjangan antar pabrikan yang terlihat jelas dalam sesi Sprint MotoGP di Misano. Pembalap Honda HRC Castrol itu menyoroti bagaimana pilihan ban belakang menjadi cerminan karakter motor masing-masing tim.
Dalam Sprint berjarak 13 lap tersebut, mayoritas pembalap memilih ban belakang kompon lunak. Namun, beberapa pembalap terdepan justru memilih kompon medium. Marc Marquez, pemenang Sprint, mengaku keputusannya dipengaruhi oleh serangkaian crash yang dialami pembalap Ducati di kualifikasi akibat grip ban lunak yang membebani ban depan.
Bagi pabrikan lain seperti Honda, masalahnya justru sebaliknya. Motor RC213V menghasilkan grip lebih sedikit dibandingkan Ducati Desmosedici, sehingga ban depan tidak terlalu tertekan oleh cengkeraman ban belakang yang lebih lunak. Marini menjelaskan bahwa kurangnya grip belakang pada Honda membuat ban lunak menjadi keharusan, meskipun harus mengorbankan stabilitas saat keluar tikungan dan di kecepatan tinggi.
“Ini mengejutkan saya,” ujar Marini usai Sprint. “Bagi kami, Honda, ban lunak adalah satu-satunya pilihan karena kami ingin grip sebanyak mungkin. Jadi, tidak pernah terlintas untuk mempertimbangkan medium. Tapi pada akhirnya, jika mereka memiliki grip lebih dari kami dan menggunakan medium, itu lebih baik bagi mereka. Anda bisa mendapatkan stabilitas ekstra saat keluar tikungan, terutama di sektor tiga, dan performa keseluruhan motor bisa lebih baik.”
Namun, Marini menegaskan bahwa ban lunak tidak akan menjadi pilihan bagi pembalap Honda yang kekurangan grip di balapan penuh hari Minggu. “Seperti setiap tahun di sini, kami memakai ban lunak di Sprint dan medium di balapan,” jelasnya. “Saat ban lunak mulai aus, Anda akan merasakan banyak gerakan saat keluar tikungan, sehingga akselerasi sedikit berkurang. Jadi, lebih baik fokus pada medium agar pembalap bisa mendorong hingga akhir balapan dengan 100 persen.”
Baca Juga Kesabaran Raul Fernandez Saat Ketidakpastian Kontrak MotoGP 2027 DipujiKesenjangan ini menyoroti tantangan yang dihadapi Honda dalam mengimbangi performa motor-motor Eropa. Dengan karakter motor yang berbeda, strategi ban menjadi faktor krusial, terutama di sirkuit seperti Misano yang menuntut keseimbangan antara grip dan stabilitas.
Sementara itu, para pembalap dan tim akan terus mencari setup terbaik untuk balapan utama, di mana jarak tempuh yang lebih panjang akan menguji daya tahan ban dan konsistensi performa.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!