Lando Norris kembali mengejutkan paddock. Pembalap McLaren itu dijadwalkan menguji hypercar MCL-HY di Sirkuit Algarve International, Portimao, Portugal, pada Senin, 14 September, hanya beberapa hari sebelum Grand Prix Azerbaijan. Langkah ini menegaskan keseriusan McLaren menyambut era baru di ajang ketahanan.

MCL-HY sendiri merupakan mesin yang akan berlaga di FIA World Endurance Championship (WEC) dan 24 Hours of Le Mans mulai 2027. Hypercar ini ditenagai mesin V6 twin-turbocharged mid-engine berkapasitas 697 tenaga kuda, dengan sasis hasil rancangan Dallara. Uji coba di Portimao menjadi kesempatan emas bagi Norris untuk memberikan umpan balik teknis langsung kepada tim pengembang.

Norris sebelumnya pernah mencicipi MCL-HY di Goodwood, dan sejak itu ia beberapa kali mengisyaratkan keinginan tampil di Le Mans. Dalam video di kanal YouTube McLaren pada Mei 2026, ia mengaku masih ingin mencoba hal-hal baru. "Saya masih merasa ingin mencoba hal lain. Ikut Le Mans, sekarang McLaren melakukannya, jadi mungkin suatu saat saya akan melakukannya," ujarnya. Ia juga menegaskan minatnya pada balapan ketahanan saat GP Azerbaijan 2025, dengan mengatakan ia akan "sangat senang" menghadapi tantangan tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Jadwal uji coba ini menempel ketat dengan GP Spanyol di sirkuit baru Madring. Di sana, Norris memulai balapan dari pole position, namun harus rela kehilangan kemenangan akibat virtual safety car yang datang di waktu yang tidak tepat. Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, keluar sebagai pemenang untuk kedelapan kalinya musim ini, diikuti Max Verstappen (Red Bull) di posisi kedua dan Norris di ketiga.

Baca Juga Wolff Sindir Verstappen: Mercedes Punya Dia di Balapan Hero

Kemenangan Antonelli memperlebar keunggulannya di klasemen pembalap menjadi 81 poin atas rekan setimnya, George Russell, yang berada di posisi kedua. Sementara Norris kini menempati peringkat keempat, di belakang Lewis Hamilton. Uji coba MCL-HY ini bisa jadi momen penting bagi Norris untuk mengeksplorasi masa depan di luar F1, sekaligus memperkuat ambisi McLaren di panggung ketahanan global.

Dengan jadwal yang padat, Norris harus membagi fokus antara perjuangan merebut gelar F1 dan persiapan uji coba hypercar. Namun, bagi pembalap asal Inggris itu, kesempatan mencetak sejarah bersama McLaren di Le Mans tampaknya terlalu menggoda untuk dilewatkan.