Jepara,  Nusantara Media -
Kebakaran hebat menghanguskan pabrik busa PT Chengqi Industrial Indonesia, yang memproduksi bahan busa plastik mudah terbakar. Api cepat merambat dan melalap hampir seluruh bangunan pabrik, menciptakan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke angkasa. Material busa yang mudah terbakar mempercepat penyebaran api, meskipun kejadian ini terjadi di tengah hujan lebat.

Kerugian materiil ditaksir mencapai miliaran rupiah, termasuk kerusakan bangunan dan peralatan produksi.
 

Lokasi kebakaran berada di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pabrik ini berada di area industri yang dekat dengan pemukiman warga, sehingga petugas harus ekstra hati-hati agar api tidak merembet ke rumah-rumah sekitar.

Insiden kebakaran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 10:41 WIB pada Sabtu, 17 Januari 2026. Proses pemadaman berlangsung lebih dari 3 jam, dengan petugas damkar terus berjibaku hingga sore hari.


Pabrik milik PT Chengqi Industrial Indonesia menjadi korban utama. Dua karyawan mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara mengerahkan 11 unit mobil damkar, dibantu aparat Kepolisian Resor Jepara untuk pengamanan dan penyelidikan. Ratusan warga sekitar berkumpul menyaksikan kejadian, dan polisi mengimbau mereka menjaga jarak aman.

Saksi mata seperti Lina, seorang warga lokal, melaporkan melihat asap dan api tiba-tiba membesar.
 

Penyebab pasti masih diselidiki oleh polisi, tetapi dugaan awal mengarah pada sambaran petir yang menyambar pabrik di tengah cuaca buruk.

Bahan busa yang mudah terbakar memperburuk situasi, meskipun hujan deras sedang mengguyur wilayah Jepara.

Tidak ada indikasi sabotase atau kelalaian manusia saat ini, dan polisi sedang mengumpulkan bukti serta keterangan saksi.

Api pertama kali muncul dari bagian belakang pabrik dan dengan cepat membesar karena bahan baku busa yang mudah terbakar. Kepulan asap hitam terlihat dari kejauhan, menarik perhatian warga. Petugas damkar menggunakan 11 unit kendaraan untuk memadamkan api, sementara polisi mengamankan area dan mengatur lalu lintas. Hingga kini, tidak ada korban jiwa, tetapi dua orang dirawat karena luka bakar ringan.