Pandeglang, Nusantara Media — TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur pedesaan melalui program Karya Bakti TNI Tahun Anggaran 2026. Pada Senin (27 April 2026), kegiatan pembangunan jalan desa di wilayah Desa Padali sampai Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten berjalan lancar dengan melibatkan 45 personel.

Personel terdiri dari 35 orang militer, 6 operator alat berat, dan 6 tim teknis. Mereka didukung oleh berbagai peralatan berat, antara lain 5 unit excavator PC 75 (Sany, Komatsu, dan KCMG), 1 unit excavator PC 50, 1 unit vibro roller, 4 unit genset, serta 17 unit Truck Mixer Mini Mix.

Pekerjaan tersebar di beberapa titik strategis:

- Advertisement -

Desa Cibadak (Kp. Babakan Pasawahan/Pasir Nangka): Penyiapan badan jalan, galian saluran drainase (100 m³), pelebaran badan jalan, dan timbunan pilihan limestone (50 m³).

Desa Kramatjaya (Kp. Sompok): Penyiapan badan jalan (100 m), pengecoran jalan (85 m), gelar lapis agregat A (85 m), pemasangan dan pembongkaran bekisting, serta pemasangan batu belah/drainase (25 m).

Kp. Babakan Sawah: Pekerjaan timbunan pilihan limestone (STA 2+800 – 2+900).

Desa Mangkualam: Penyiapan badan jalan (100 m), galian saluran drainase, pemasangan bekisting, dan pengecoran jalan (80 m).

Lokasi Stockpile: Penyiapan lahan, loading material (split, pasir, semen), stok BBM, pengelolaan air, dan loading concrete untuk pengecoran.

Progress bobot pekerjaan hingga hari ini mencapai 9,79%, dengan rincian:

Persiapan: 1,39%

Drainase dan TPT: 0,90%

Penyiapan badan jalan & normalisasi perkerasan: 5,89%

Perkerasan beton: 1,61%

Finishing: 0,01%

tim akan melanjutkan penyiapan badan jalan, galian saluran, pemasangan TPT/drainase, timbunan pilihan, mobilisasi BBM, loading material, pengecoran beton di Kramatjaya dan Mangkualam, serta cutting dan joint sealant.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI membangun jalan beton sepanjang sekitar 18 km yang menghubungkan enam desa di wilayah Cimanggu. Jalan yang selama ini rusak parah ini diharapkan dapat membuka akses lebih baik bagi warga menuju sekolah, puskesmas, dan pasar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.