Pekan balapan di Circuit of the Americas sempat digambarkan sebagai sebuah bencana besar oleh Isack Hadjar, namun sang pembalap muda justru berhasil membalikkan keadaan secara dramatis dan mengamankan posisi start ketiga yang luar biasa. Hasil gemilang ini sekaligus mempertegas potensi strategi ganda yang disiapkan oleh tim Red Bull untuk menghadapi jalannya balapan utama Grand Prix Amerika Serikat akhir pekan ini.
Sepanjang sesi latihan hingga kualifikasi awal, pembalap asal Prancis tersebut mengakui bahwa dirinya mengalami kesulitan besar dalam menjinakkan mobil RB22. Berbagai kendala teknis dan ketidakcocokan set-up membuat penampilannya sempat jauh dari kata kompetitif di Austin. Situasi ini bahkan sempat memunculkan kekhawatiran bahwa dirinya akan kembali tertinggal jauh dalam perebutan posisi barisan depan grid.
Namun, kerja keras di garasi membuahkan hasil manis ketika memasuki sesi Q3 yang krusial. Perubahan set-up drastis yang dilakukan tim mekanik membuat karakteristik mobil mendadak hidup di tangan Hadjar, membawanya melesat ke baris kedua grid. Meski sempat merasa frustrasi akibat catatan waktu yang kerap terhapus dan masalah ban di sesi sebelumnya, ia mampu memaksimalkan potensi kendaraan pada momen penentuan.
"Maksud saya, ini adalah akhir pekan yang benar-benar menjadi bencana bagi saya," ungkap Hadjar kepada awak media termasuk Motorsport Week setelah sesi kualifikasi usai. Ia menambahkan bahwa dirinya sempat kehilangan banyak catatan waktu dan kesulitan menyelesaikan satu putaran bersih menggunakan ban kompon lunak sepanjang pagi hari.
"Saya tahu ada potensi pada mobil ini karena ada kalanya saya bisa menjalani separuh putaran dan merasa nyaman, tetapi saya tidak pernah bisa menyelesaikannya. Namun di kualifikasi itu, mobil benar-benar hidup untuk saya. Kami menggali lebih dalam pada set-up, mencoba banyak hal, dan itu terbayar lunas. Jadi, itu sangat memuaskan," imbuhnya.
Baca Juga Lando Norris Jadi Sorotan Usai Diduga Ejek Lance StrollDi balik keberhasilan tersebut, Hadjar tetap menyisakan sedikit penyesalan terkait gangguan hembusan angin kencang yang merusak percobaan putaran pertamanya di Q3. Kendati demikian, ia memilih untuk fokus pada kebangkitan impresif yang berhasil ditorehkannya bersama skuad utama pabrikan minuman energi tersebut.
Menatap peluang pada balapan utama, Hadjar secara terbuka mengisyaratkan adanya rencana taktis bersama rekan setimnya untuk menekan sang peraih pole position, Andrea Kimi Antonelli. Keberadaan dua mobil di barisan depan memberikan keuntungan strategis tersendiri bagi kubu Red Bull untuk melancarkan tekanan maksimal sejak lampu start padam.
"Ya, maksud saya, ini juga ada kami berdua, jadi itu sedikit menjadi keuntungan. Jadi kami akan mencoba dan menggunakannya," pungkas Hadjar menutup sesi wawancara.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!