Suasana paddock Formula 1 mendadak memanas ketika Jeremy Clarkson hadir sebagai tamu kehormatan di Circuit of the Americas, Austin. Mantan bintang Top Gear dan presenter ternama asal Inggris tersebut sukses mencuri perhatian publik lewat sebuah wawancara yang berlangsung kacau dan penuh candaan kontroversial bersama tim liputan Sky Sports F1 menjelang sesi kualifikasi Grand Prix Amerika Serikat akhir pekan lalu.

Kehadiran Clarkson di area sirkuit sejatinya bukan tanpa alasan yang kuat. Pria berusia 66 tahun itu datang sebagai tamu spesial dari skuad Alpine. Hubungan erat ini terjalin karena markas pabrikan tim F1 yang berbasis di Enstone tersebut terletak sangat dekat dengan perkebunan miliknya yang terkenal, Diddly Squat Farm, di Oxfordshire, Inggris.

Namun, situasi berubah menjadi sorotan tajam ketika pewawancara menyinggung peluang dan kondisi tim Alpine di Austin. Alih-alih membahas aspek teknis balapan secara serius, Clarkson justru melontarkan lelucon kontroversial mengenai hukuman mundur posisi start atau grid penalty yang harus diterima oleh pembalap muda berbakat asal Argentina.

- Advertisement -
Advertisement

"Franco mendapat penalti grid karena menjadi orang Argentina. Mungkin. Yah, saya akan memberikannya hukuman karena itu. Tapi ngomong-ngomong, itu hanya karena apa yang terjadi ketika kami pergi ke sana," ujar Clarkson secara blak-blakan di hadapan para penonton televisi.

Lelucon tajam yang dilontarkan oleh sang presenter veteran tersebut langsung memicu spekulasi dan merujuk pada insiden kontroversial yang melibatkan salah satu episode spesial acara otomotif Top Gear di Amerika Selatan pada tahun 2014 silam. Saat itu, ia dan kru produksinya sempat diusir oleh pejabat negara akibat protes warga lokal terkait plat nomor kendaraan.

Kala itu, sebuah mobil Porsche yang digunakan dalam proses syuting menggunakan plat nomor registrasi bertuliskan H982 FKL. Warga setempat menganggapnya sebagai referensi yang disengaja dan menyinggung Perang Falklands tahun 1982, meskipun Clarkson selalu bersikeras bahwa kejadian tersebut murni merupakan sebuah kebetulan yang luar biasa.

Baca Juga Format Sprint F1 2026: Cara Kerja dan Aturan Terbaru

Di sisi lain, fakta sebenarnya di atas lintasan menunjukkan bahwa pembalap tersebut dijatuhi hukuman penalti mundur 10 posisi start di Austin akibat telah melampaui batas alokasi komponen mesin yang diizinkan sepanjang musim kompetisi berjalan. Komentar pedas dari sang tamu kehormatan sontak memaksa manajemen tim yang berbasis di Enstone itu untuk segera merilis pernyataan resmi guna meredam situasi.

"Kami di Alpine sadar akan komentar yang dibuat oleh tamu tim dalam wawancara televisi baru-baru ini di Austin. Franco adalah pembalap kami dan mendapat dukungan penuh dari kami," demikian bunyi pernyataan resmi dari skuad pabrikan tersebut tanpa secara langsung menyebut nama sang presenter.

Menjelaskan kedekatannya dengan dunia balap jet darat, Clarkson juga mengenang masa-masa kejayaan tim yang didukungnya sejak era Michael Schumacher, Fernando Alonso, hingga tahun-tahun bersama Kimi Raikkonen dan kini diperkuat oleh Pierre Gasly. Ia merasa memiliki ikatan kekeluargaan yang erat dengan seluruh anggota tim karena kedekatan geografis tempat tinggalnya.

Tidak berhenti sampai di situ, perbincangan dalam wawancara tersebut kemudian bergeser pada topik kehadiran para pesohor atau selebritas dunia yang semakin memadati area grid balapan kelas para raja dalam beberapa musim terakhir. Clarkson melontarkan kritik satir terhadap fenomena ramainya pesohor papan atas yang hadir di sirkuit tanpa memiliki pemahaman mendalam mengenai dunia balap.