Banten, Nusantara Media - Gubernur Banten Andra Soni terus memantau secara langsung proses operasi Search and Rescue (SAR) gabungan terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat (speedboat) yang hingga memasuki hari ke tiga pencarian, pada Kamis (10/9/2026) masih belum ditemukan sejak hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, pada Senin (7/9/2026).
Pemantauan dilakukan di posko terpadu Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/9/2026). Di hari ketiga ini, pencarian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan 11 unsur kapal dan 300 personel gabungan.
Gubernur Banten Andra Soni, turut memantau langsung proses ini dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) operasi SAR di Posko SAR Gabungan yang dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki serta dihadiri jajaran SAR gabungan.
Usai Rakor, Gubernur Andra menegaskan, bahwa Pemprov Banten terus melakukan koordinasi dan memberikan dukungan optimal terhadap operasi pencarian yang secara teknis dikendalikan oleh Basarnas.
"Secara teknis, semuanya dikendalikan oleh Basarnas. Pemerintah Provinsi Banten terus mendukung dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian," ujar Andra.
Menurutnya, kondisi cuaca, arah angin, dan paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi faktor penting yang diperhitungkan dalam pelaksanaan operasi.
Oleh karena itu, pergerakan tim disesuaikan dengan kondisi di lapangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan personel.
"Semua kondisi di lapangan terus dikoordinasikan bersama Tim SAR Gabungan. Kita percayakan pelaksanaan teknis kepada Basarnas bersama seluruh unsur. Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan," terusnya.
Gubernur Andra Soni juga menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, unsur SAR dari Provinsi Lampung, hingga kelompok masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih. Semua bekerja sesuai tugas dan kewenangannya serta terkoordinasi dalam satu operasi SAR," tuturnya.
Di tempat yang sama, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan, bahwa operasi hari ketiga memprioritaskan pengerahan unsur laut dan udara.
Area pencarian, mencakup sejumlah sektor di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung. Cakupan ini, diperluas berdasarkan hasil evaluasi operasi serta analisis kondisi angin, arus, dan gelombang.
Sebanyak 11 unsur kapal dikerahkan, meliputi KN SAR Tetuka 247, KN Basudewa, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP 7017 Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KRI Lepu, KRI Leuser, KRI Karambit, dan RBB Pulau Peucang. Operasi ini juga didukung pesawat nirawak termal (thermal drone), peralatan SAR air, perlengkapan medis, komunikasi, serta alat pendukung lainnya.
"Unsur utama dalam pencarian, adalah laut dan udara. Namun, operasi yang kita laksanakan tentunya harus mengikuti prosedur (rules). Artinya, operasi tetap dilaksanakan dengan batasan-batasan keselamatan yang ketat," kata Syafii.
Dari wilayah Lampung, tim SAR turut melakukan penyisiran ke perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, hingga Pulau Legundi.
Sementara unsur lainnya, melakukan pencarian pada sektor-sektor yang telah dipetakan dalam Peta Operasi Pencarian dan Pertolongan (SARMAP).
Syafii menegaskan, bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas mutlak, terutama saat menyisir wilayah berisiko tinggi.
Baca Juga TNI AL Lanal Bandung Komitmen Sukseskan Gerakan Nasional ASRI untuk Lingkungan Bersih dan Sehat"Kalau memang ada tanda-tanda korban berada di dalam lokasi tersebut, tentunya dengan kemampuan serta sarana dan prasarana yang dimiliki, tim SAR akan masuk dengan tetap memperhatikan jaminan keselamatan," ujarnya.
Sesuai dengan pedoman standar operasi pencarian dan pertolongan, Basarnas memastikan akan melakukan evaluasi berkala berdasarkan perkembangan di lapangan untuk menentukan langkah taktis berikutnya.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan dikabarkan menemukan jaket pelampung berwarna orange dan di sekitar perairan Selat Sunda pada saat sedang melakukan pencarian lima Jurnalis yang dikabarkan hilang sejak, Senin (7/9/2026).
Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam operasi pencarian yang pada hari ini Kamis (10/9/2026) telah memasuki hari ke tiga terhadap 5 Jurnalis foto dan tiga ABK yang hilang kontak ketika sedang melakukan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau, pada Senin (7/9/2026).
Dalam operasi pencarian ini, sebanyak 17 kapal gabungan diterjunkan untuk menyisir perairan Selat Sunda dan pulau-pulau kecil disekitar Gunung Anak Krakatau.
Saat ini tim SAR masih terus berjibaku melakukan pencarian dan memperluas penyisiran untuk menemukan keberadaan lima Jurnalis foto dan 3 ABK, yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), anak buah kapal (ABK); Heriyanto (49), pemandu; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan memperoleh informasi dari sejumlah nelayan terkait rombongan jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.
Salah satu anggota Tim SAR gabungan mengatakan, berdasarkan keterangan nelayan yang ditemui saat operasi pencarian di sekitar perairan Selat Sunda pada hari kedua, Rabu (9/9/2026).
Kapten kapal rombongan jurnalis sempat disarankan untuk tidak kembali terlebih dahulu karena kondisi gelombang laut cukup besar.
"Jadi menurut keterangan mereka, nelayan dari Carita, mereka pulang mau magrib sekitar pukul 17.30 WIB. Rombongan jurnalis itu arah pulangnya di sekitaran Legon Cabe Krakatau,” katanya dalam video komunikasi Tim SAR dengan nelayan saat pencarian, melalui unggahan akun Instagram resmi @yodistara, Kamis (10/9/2026).
Menurut dia, tim pencarian, juga telah menyisir sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan menjadi jalur kepulangan rombongan tersebut.
Kami juga sudah mengelilingi Gunung Anak Krakatau, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang. Tapi saat ini kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan rekan-rekan jurnalis yang hilang kontak," ujarnya.
Sebelumnya pada hari kedua operasi pencarian, Rabu (9/9/2026), Tim SAR gabungan mengerahkan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sejumlah sektor perairan.
Pencarian dilakukan di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Rakata, Pulau Panjang, hingga kawasan Gunung Anak Krakatau.
Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian terhadap delapan orang tersebut terus dilakukan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi serta perkembangan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!