Lewis Hamilton menegaskan Ferrari harus mulai "menyalakan api" jika ingin bersaing dengan Mercedes dalam perebutan gelar Formula 1 musim ini. Pernyataan tersebut datang saat juara dunia tujuh kali itu tertinggal 59 poin dari pemimpin klasemen, Kimi Antonelli, setelah 12 seri berjalan.
Musim ini, Hamilton memang baru meraih satu kemenangan, tetapi konsistensinya luar biasa. Ia menjadi satu-satunya pembalap yang selalu mencetak poin di setiap balapan. Sementara itu, Mercedes sempat kesulitan karena masalah reliabilitas di awal musim, sebelum akhirnya para pesaing mulai mendekat.
Menjelang balapan kandang Ferrari di Monza, Lewis Hamilton mengirimkan pesan tegas kepada timnya. "Kami berada di posisi yang jauh berbeda dibanding masa lalu," ujarnya. "Kami masih kedua di klasemen konstruktor. Ada banyak hal positif dari paruh pertama musim ini, tapi untuk balapan berikutnya, kami benar-benar harus menyalakan api jika ingin mengalahkan mereka."
Saat Grand Prix Belanda, Hamilton finis ketiga. Padahal, peluang untuk naik ke posisi kedua sempat terbuka jika saja tim tidak lambat memerintahkan Charles Leclerc untuk memberi jalan saat mereka menggunakan strategi berbeda. Selain itu, kemunculan virtual safety car justru merugikan Hamilton yang sedang menekan George Russell di depannya.
Meski sempat melontarkan komentar sinis di radio tim, Hamilton kemudian meminta maaf. "Saya tidak bicara kasar! Saya rasa saya tidak mengucapkan kata-kata makian atau semacamnya," katanya. "Detak jantung saya 170, dan saya mencoba menang!"
Baca Juga Coulthard: Belum Pernah Lihat Hamilton Sebegitu Marah di RadioIa juga memuji kerja keras tim yang terus membawa upgrade di setiap balapan. "Satu hal yang saya banggakan dari tim adalah mereka membawa upgrade di akhir pekan ini. Kami semakin dekat dengan Mercedes. Paruh musim ini kami kekurangan tenaga, jadi kami benar-benar perlu meningkatkan performa mesin jika ingin mengejar mereka."
Dengan 10 hingga 12 seri tersisa, tekanan kini ada di pundak Ferrari untuk membuktikan diri. Monza bisa menjadi titik balik, atau justru awal dari mimpi buruk lainnya bagi tim asal Italia itu. Akankah Ferrari mampu membalas? Kita tunggu saja aksinya di depan para tifosi.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!