Johann Zarco secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Francesco Bagnaia atas sikap manusiawi yang ditunjukkan pembalap Ducati tersebut setelah kecelakaan mengerikan di MotoGP Barcelona. Momen ini terabadikan dalam video yang diunggah LCR Honda di media sosial.

Kecelakaan itu terjadi di Tikungan 1 pada MotoGP Catalunya, Mei lalu, ketika Johann Zarco terlibat kontak dengan Luca Marini (Honda) dan Pecco Bagnaia (Ducati). Kaki Zarco sempat tersangkut di motor Bagnaia yang memantul melewati area kerikil.

Bagnaia dan Marini langsung berlari menuju Zarco sambil menunggu tim medis tiba di lokasi kecelakaan. Sikap cepat mereka dinilai sangat membantu kondisi psikologis Zarco yang saat itu dalam keadaan kritis.

- Advertisement -
Advertisement

Beruntung, Zarco lolos dari cedera serius dan tidak memerlukan operasi, meski harus absen balapan selama lebih dari 100 hari. Kini ia kembali ke sirkuit pada Grand Prix Aragon akhir pekan ini dan langsung tampil impresif dengan menjadi satu-satunya pembalap Honda yang menembus 10 besar pada sesi latihan Jumat.

Dalam video yang diunggah tim LCR, Zarco menyampaikan apresiasinya kepada Bagnaia secara langsung. "Saya ingin menemuimu untuk berterima kasih atas kemanusiaan yang kamu tunjukkan di kerikil Catalunya," ujarnya. "Saya baik-baik saja. Lukanya tidak terlalu besar. Saya mengompresnya. Dan berkat luka ini, saya bisa menghindari operasi."

Baca Juga Bos Tim MotoGP Gino Borsoi Jadi Korban Penipuan Tiket Palsu

Zarco menjelaskan bahwa operasi sempat direncanakan karena ada risiko infeksi, namun setelah satu setengah bulan, dokter melihat operasi mungkin tidak diperlukan. Ia juga mengakui bahwa ia dianggap bersalah oleh Stewards FIM MotoGP atas insiden tersebut dan dijatuhi hukuman double long lap penalty untuk GP Aragon.

Soal kondisinya setelah kembali, Zarco mengaku tidak merasakan sakit di kaki, tetapi ototnya perlu beradaptasi lagi. "Saya langsung kram, tapi saya atasi setelah sesi. Malam ini saya akan pijat kaki untuk relaksasi karena kram bisa jadi masalah," tuturnya.

Pada sesi latihan Jumat, Zarco mengaku sempat ragu bisa masuk 10 besar. "Saat time attack pertama, saya berada di belakang Alex Marquez, orang yang sempurna untuk diikuti, tapi saya tidak cukup cepat. Pada ban terakhir, saya tidak bisa mengikuti pembalap yang saya inginkan, tapi saya mencoba melakukan semuanya dengan baik dan berhasil," pungkasnya.