Kepastian mengenai masa depan Esteban Ocon akhirnya terjawab menjelang akhir pekan balap Grand Prix Bahrain, di mana tim Haas secara resmi mengumumkan bahwa mereka tidak akan mempertahankan pembalap asal Prancis tersebut untuk mengarungi kejuaraan dunia Formula 1 musim 2027 mendatang. Situasi ini membuat sang pembalap harus memikirkan langkah selanjutnya, dengan potensi tanpa kursi balap untuk grid F1 2027 jika tidak segera menemukan pelabuhan baru. Ocon sendiri telah menghabiskan dua musim bersama skuad asal Amerika Serikat tersebut sejak bergabung pada awal musim 2025, berbagi garasi dan bertarung secara kompetitif berdampingan dengan rekan setim mudanya.

Meskipun masa depannya telah dipastikan usai, manajemen tim menegaskan bahwa tidak ada ketegangan internal maupun rasa permusuhan di antara kedua belah pihak. Rumor mengenai ketertarikan Haas terhadap talenta-talenta muda yang sedang naik daun seperti Rafa Camara dan Leonardo Fornaroli memang sempat santer terdengar di paddock, namun Prinsipal Tim Haas, Aya Komatsu, dengan tegas menyatakan bahwa hubungan kerja sama mereka tetap profesional dan harmonis hingga detik terakhir kontrak.

"Kami berdua adalah profesional, dan apa yang baik untuk tim adalah apa yang baik untuk Esteban," ujar Komatsu kepada Sky Sports setelah sesi Latihan Bebas di Singapura. Komatsu juga menyoroti sikap terpuji Ocon yang tetap memprioritaskan kepentingan kolektif tim di atas ambisi personalnya, merujuk pada insiden di Baku di mana Ocon rela mengorbankan posisinya demi membantu rekan setimnya.

- Advertisement -
Advertisement

"Esteban perlu menunjukkan kepada semua orang di dunia seberapa cepat dia setiap kali turun ke lintasan, betapa hebatnya dia sebagai seorang pemain tim. Saya pikir Anda melihatnya di salah satu Grand Prix, sebenarnya di Baku, ketika kami perlu meminta Esteban untuk sedikit melambat agar Ollie bisa mendapatkan mode salip pada Esteban," lanjut Komatsu menguraikan profesionalisme sang pembalap.

Lebih lanjut, Komatsu memuji dedikasi Ocon yang tidak pernah surut meskipun mengetahui masa depannya telah diputuskan lebih awal. Komunikasi yang transparan menjadi kunci utama dalam menjaga atmosfer positif di dalam garasi Haas, di mana manajemen dan pembalap sama-sama berjuang demi hasil maksimal di setiap akhir pekan balapan.

Baca Juga Verstappen Ubah Rencana, Degradasi Ban Jadi Tantangan Terbesar F1 di Malaysia

"Itulah yang kami inginkan, itulah yang kami butuhkan, dan kami sepenuhnya transparan. Jadi, tidak ada perasaan buruk dalam hal itu; kami berusaha melakukan yang terbaik di kedua sisi," imbuh pria asal Jepang tersebut, menegaskan komitmen bersama hingga akhir masa bakti sang pembalap.

Menyongsong musim 2027, Komatsu tidak menutup mata bahwa timnya membutuhkan perombakan dan konsistensi yang lebih baik dalam pemilihan susunan pembalap masa depan. Haas kini memburu profil pembalap yang tidak hanya memiliki kecepatan murni, tetapi juga kemampuan adaptasi tinggi untuk bekerja secara optimal di bawah kondisi teknis yang belum sempurna.

"Ketika kami memilih seorang pembalap, ini tentang performa keseluruhan, paket keseluruhan, dan kemudian segalanya menjadi pertimbangan. Tentu saja, bakat alami adalah sesuatu yang tidak bisa kami ajarkan. Entah sebagai pembalap, Anda cepat atau tidak cepat," pungkas Komatsu.