Dinamika perpindahan pembalap Adrien Fourmaux dan juara dunia 2024 Thierry Neuville kini tengah menjadi sorotan utama di kejuaraan Reli Dunia atau WRC. Keduanya sedang menimbang langkah karier selanjutnya setelah muncul laporan bahwa pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai, dikabarkan bakal menarik tim pabrikan mereka untuk setidaknya kompetisi musim depan. Situasi pelik ini tentu memaksa para pereli top untuk berpikir ulang mengenai masa depan mereka di level tertinggi ajang reli internasional.
Jika skenario terburuk penarikan tim pabrikan tersebut benar-benar terjadi, konsekuensinya akan sangat berat bagi para pereli. Mereka berpotensi hanya mengandalkan mobil Rally2 milik Hyundai, sebuah keputusan teknis yang secara mutlak menempatkan mereka dalam posisi merugi dan tertinggal jauh dalam aspek daya saing melawan mobil-mobil Rally1 baru serta versi Rally2 Kit yang lebih canggih di lintasan.
Di sisi lain, secercah harapan muncul dari kubu Ford yang baru saja mengumumkan kembalinya mereka sebagai tim pabrikan penuh di ajang WRC. Meski demikian, proyek ambisius tersebut masih membutuhkan waktu panjang sebelum sepenuhnya matang di lintasan balap dunia.
M-Sport akan memegang kendali penuh untuk menjalankan program menggunakan mobil Rally2 Kit pada musim depan, sementara keterlibatan total pabrikan asal Amerika Serikat tersebut baru akan dimulai pada tahun 2028 mendatang. Bahkan pada fase itu, kendaraan yang digunakan masih berbasis model Fiesta yang telah mendapatkan pembaruan, sementara mobil generasi terbarunya diproyeksikan baru akan siap sepenuhnya pada tahun 2029.
Menariknya, akar perjalanan karier profesional Adrien Fourmaux sendiri dimulai di balik kemudi kendaraan Ford sejak tahun 2017 silam, sebelum akhirnya ia mencatatkan lonjakan performa yang masif dan breakthrough penting di ajang WRC pada musim 2024. Setelah menghabiskan dua musim terakhir bersama skuad Hyundai, spekulasi pun merebak mengenai kans sang pereli Prancis untuk kembali merapat ke pelukan M-Sport yang kini menawarkan masa depan jangka panjang yang menjanjikan.
Menanggapi berbagai spekulasi liar yang beredar di paddock, Adrien Fourmaux secara terbuka mengungkapkan kehati-hatiannya dalam mengambil keputusan krusial ini. Dilansir dari RallyJournal, ia menyadari betul potensi besar yang dimiliki oleh program masa depan tersebut, namun durasi waktu tunggu yang panjang menjadi pertimbangan yang sangat serius bagi seorang atlet profesional di usianya saat ini.
"Mereka tak terbantahkan memiliki program hebat yang akan datang, tetapi itu tidak dalam waktu dekat. Butuh waktu dua atau tiga tahun sebelum semuanya siap. Itu adalah waktu yang cukup lama dalam karier seorang pereli. Saya harus membuat keputusan dengan hati-hati," ujar Adrien Fourmaux memaparkan situasinya yang penuh pertimbangan matang.
Lebih lanjut, pereli asal Prancis tersebut juga menyoroti ketidakpastian regulasi dan teknis yang masih menyelimuti masa depan kompetisi reli dunia secara keseluruhan. Dirinya menegaskan bahwa segala upaya terbaik sedang dikerahkan demi mengamankan kursi kompetitif demi menjaga asa memperebutkan gelar juara dunia.
Baca Juga Ambisi Besar Robert Virves Usai Dominasi Gelar Juara WRC2"Bagaimana bentuk mobil, tim, atau kejuaraannya nanti? Itu masih harus kita lihat bersama, tetapi saya sedang melakukan segala cara yang saya bisa dan saya merasa sangat percaya diri," tambahnya menegaskan tekad kuatnya menghadapi musim depan.
Selama membela skuad pabrikan Korea tersebut, Adrien Fourmaux sebenarnya mampu tampil konsisten dan mengamankan beberapa kali finis di atas podium menggunakan mobil spesifikasi Rally1. Kendati demikian, impian untuk berdiri di podium tertinggi dan meraih kemenangan perdana di kelas premier hingga saat ini belum juga terwujud, sebuah kenyataan pahit yang diakuinya masih menyisakan sedikit rasa penyesalan mendalam.
"Seperti yang saya katakan di garis finis, berkat Hyundai kami telah melakoni beberapa reli yang benar-benar bagus. Namun saya pikir semua orang sedikit kecewa karena kami tidak berhasil meraih kemenangan bersama-sama. Saya merasa itu cukup menyedihkan," ungkapnya dengan nada jujur.
Kendati perjalanan kerja sama mereka diwarnai sedikit ganjalan berupa absennya kemenangan, pereli berbakat asal Prancis ini tidak menutup pintu rapat-rapat terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan. Ia memandang perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah babak baru dalam perjalanan panjang karier olahraganya di kancah reli internasional.
"Tapi mungkin itu masih bisa terjadi di masa depan. Kita lihat saja nanti. Karier saya belum berakhir dan saya tidak sedang mengucapkan selamat tinggal," pungkas Adrien Fourmaux menutup spekulasi.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!