Pemimpin klasemen kejuaraan Andrea Kimi Antonelli berhasil merebut posisi start terdepan atau pole position ketiganya pada musim 2026 di ajang Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat. Pembalap muda asal Italia tersebut tampil impresif di Sirkuit COTA, Austin, untuk mengalahkan rival terdekatnya, Max Verstappen, dalam sesi kualifikasi yang berlangsung sangat ketat dan penuh drama teknis.

Andrea Kimi Antonelli langsung mencatatkan waktu lap sensasional 1 menit 34,035 detik pada percobaan pertama di sesi Q3. Catatan waktu tersebut sudah lebih dari cukup untuk mengamankan posisi terdepan, mengungguli duet Red Bull yang digawangi Max Verstappen dan Isack Hadjar dengan selisih sekitar dua persepuluh detik. Sebagian besar pembalap papan atas gagal memperbaiki catatan waktu mereka pada run terakhir akibat ketatnya persaingan trek.

Keberhasilan ini menandai pole position pertama bagi Andrea Kimi Antonelli sejak jeda musim panas, sekaligus memupus ambisi Max Verstappen untuk merebut pole ketiga secara beruntun. Sebelumnya, Verstappen bersama dua pembalap Ferrari tampak mendominasi sesi latihan bebas di lintasan sepanjang 5,5 kilometer tersebut, namun Mercedes mampu merespons dengan setup optimal saat tekanan kualifikasi memuncak.

- Advertisement -
Advertisement

Di sisi lain, Charles Leclerc yang sempat tampil dominan dan memimpin jalannya sesi Q2 harus puas mengakhiri kualifikasi di posisi keempat. Rekan setimnya di Ferrari, Lewis Hamilton, menyusul di tempat kelima setelah berjuang keras menemukan keseimbangan optimal pada mobil balap mereka di tikungan-tikungan menantang COTA.

Baca Juga IndyCar Berpotensi Gantikan Formula 1 di Barcelona Mulai 2027

Sementara itu, hasil kurang memuaskan diraih oleh George Russell yang hanya mampu menduduki peringkat keenam. Ia berada di depan duo McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris, di mana nama terakhir harus rela kehilangan dua posisi akibat catatan waktu putaran terakhirnya dihapus oleh pengawas lomba karena melanggar batas lintasan.

Dinamika strategi juga terlihat di kubu Racing Bulls melalui kerja sama apik antara Arvid Lindblad dan Liam Lawson untuk mengamankan posisi kelima klasemen konstruktor. Lindblad harus menerima penalti turun lima grid akibat penggantian mesin pembakaran internal, yang direspon cerdas oleh Liam Lawson dengan mengorbankan diri tidak turun di Q3 demi meminimalkan kerugian taktis bagi rekan setimnya tersebut.