Akhir pekan balapan Formula 1 di Austin menyisakan kekecewaan mendalam bagi Fernando Alonso, setelah insiden lap pembuka merusak peluang emasnya untuk meraih poin penting. Pembalap senior asal Spanyol tersebut terlibat senggolan yang merugikan dengan Alex Albon pada tikungan krusial di Sirkuit Amerika (COTA). Insiden ini tidak hanya menghancurkan potensi mobil Aston Martin milik sang juara dunia dua kali, tetapi juga memicu kritik tajam terhadap standar kompetitif di barisan belakang grid.

Memulai balapan dari posisi ke-12, Alonso terjepit di antara mobil Williams yang dikemudikan Albon dari sisi dalam serta Haas milik Esteban Ocon dari sisi luar saat rombongan pembalap berebut posisi di awal lomba. Albon mencoba melakukan manuver di sisi dalam, namun ruang yang semakin menyempit berujung pada kontak fisik keras. Benturan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bagian bawah mobil AMR milik Alonso dan mengorbankan sisa balapan yang ia jalani sepanjang akhir pekan di Texas.

Usai melintasi garis finis di posisi ke-16, tepat di depan Albon, Alonso tidak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap manuver yang dinilai ceroboh. Pembalap veteran itu melontarkan kritik pedas mengenai standar membalap di sepertiga bagian bawah grid Formula 1 modern. Menurutnya, insiden tersebut menegaskan adanya gap kualitas yang cukup signifikan di barisan tengah hingga belakang yang kerap membahayakan pembalap lain.

- Advertisement -
Advertisement

Albon lupa bahwa tikungan 11 ada di sana dan dia harus berbelok ke kiri, ujar Alonso menggambarkan detik-detik insiden tersebut. Saya pikir kualitas para pembalap di sepertiga bawah grid sangat rendah, seperti yang kita lihat hari ini bersama Alex, tambahnya dengan nada tajam.

Lebih lanjut, Alonso menyadari bahwa posisi Aston Martin yang saat ini masih berkutat di papan tengah menjadi akar masalah yang membuat mereka rentan terjebak dalam insiden arogan dari pembalap yang ia anggap belum memenuhi standar yang diinginkan. Alih-alih terus menerus terlibat duel di barisan belakang yang penuh risiko, ia menegaskan pentingnya peningkatan performa mobil secara keseluruhan agar tim dapat mengamankan posisi start yang lebih baik.

Baca Juga George Russell Ungkap Rencana Penalti Mesin F1 di Las Vegas

Saya pikir kita harus meningkatkan mobil dan mulai sedikit lebih tinggi di depan, tegasnya mengenai evaluasi jangka pendek tim.

Ironisnya, benturan tersebut terjadi pada saat Aston Martin menunjukkan salah satu penampilan paling kompetitif sepanjang musim ini. Terlepas dari kerusakan masif yang dialami, Alonso masih mampu mempertahankan ritme balap yang cukup masuk akal dan meyakini bahwa finis di posisi sepuluh besar sebenarnya berada dalam genggaman jika insiden lap pertama tidak pernah terjadi. Setelah memeriksa kendaraannya di parc ferme usai balapan, ia bahkan terkejut bagaimana mobilnya masih bisa melaju dalam kondisi separuh lantai mobil yang hancur.

Mobil ini hancur, saya melihatnya di parc ferme, ungkap Alonso. Separuh lantai mobil tidak ada di sana. Saya tidak tahu bagaimana kami terus melaju dan bagaimana kami bisa tetap setengah kompetitif.