Pandeglang ,  Nusantara Media – Air mata tak terbendung mengalir di pipi Sanuri, seorang ayah tua yang lelah menyaksikan penderitaan anak sulungnya. Suhanda, pemuda berusia 25 tahun asal Kampung Jawura RT 002/007, Desa Sinarjaya, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini berada dalam kondisi urgent dan sedang dalam perjalanan darurat menuju RSUD Provinsi Banten.


Kejadian ini bermula pada Senin, 27 April 2026 pukul 08.00 WIB. Suhanda yang awalnya ditangani di RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan, setelah pemeriksaan mendalam, harus segera dilarikan ke rumah sakit rujukan provinsi untuk penanganan lebih lanjut. Perjalanan yang seharusnya menjadi harapan kesembuhan justru menjadi momok mengerikan bagi keluarga dan relawan.
Ade Yayan dan Bung Rio dari Paguyuban Ambulan Siaga (PAS) Pandeglang yang mendampingi mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang sangat memprihatinkan. Jalan rusak parah dan beberapa jembatan kayu di wilayah tajakan Jabar serta tajakan Citangkil menjadi titik-titik rawan bahaya. Ketiganya disebut sebagai lokasi yang sangat mengancam keselamatan pasien darurat, ambulans, dan pengguna jalan lainnya.


“Sanuri sebagai orang tua pasien sudah tidak kuat lagi. Dia meneteskan air mata karena sudah lelah melihat penderitaan anak pertamanya,” ujar salah satu relawan PAS Pandeglang yang mendampingi perjalanan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Suhanda masih dalam perjalanan menuju RSUD Provinsi Banten di Serang untuk mendapatkan penanganan medis intensif. 

- Advertisement -

Keluarga dan relawan Paguyuban PAS berharap pemerintah daerah segera memperhatikan kondisi jalan dan jembatan di wilayah tersebut agar tidak ada lagi korban jiwa atau keterlambatan penanganan pasien darurat akibat infrastruktur yang memprihatinkan.


Kondisi jembatan kayu yang lapuk dan jalan berlubang di Pandeglang sering menjadi sorotan warga, terutama di jalur-jalur rawan seperti tajakan di Cigeulis dan sekitarnya. Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan nyawa pasien darurat tidak boleh dipertaruhkan hanya karena kelalaian perbaikan infrastruktur.