Prinsipal tim Williams Formula 1, James Vowles, mengakui bahwa timnya harus bertanggung jawab atas insiden tabrakan antara Carlos Sainz dan Alex Albon di Grand Prix Belanda. Insiden tersebut terjadi pada lap-lap akhir balapan di Zandvoort, saat kedua pembalap bersaing ketat untuk memperebutkan posisi di luar zona poin.

Sainz, yang mencoba bertahan dari serangan Albon di Tikungan 1, mengalami kuncian roda dan akhirnya bertabrakan dengan rekan setimnya. Dampak tabrakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada lantai mobil Albon, memaksanya untuk mundur dari balapan. Sementara itu, Sainz harus masuk pit untuk perbaikan dan mendapat penalti 10 detik setelah stewards menilai dia sepenuhnya bersalah.

Meski demikian, Vowles menegaskan bahwa Williams juga memiliki andil dalam kejadian ini. "Seperti yang Anda lihat, Alex dan Carlos bertabrakan di lintasan," ujar Vowles dalam video debrief tim, The Vowles Verdict. "Ada banyak pertanyaan tentang salah siapa, bukan? Saya akan mulai dengan ini. Saya pikir dengan dua pembalap kami, keduanya punya tanggung jawab untuk tidak saling menabrak."

- Advertisement -
Advertisement

Vowles menambahkan bahwa keputusan tim untuk tidak memanggil Sainz masuk pit saat Virtual Safety Car (VSC) justru memperburuk situasi. "Kami mencoba membiarkan Carlos tetap di luar saat VSC. Alasannya, jika kami berhenti, dia akan berada di belakang Alex dan Franco. Jadi kami kembali ke posisi semula, tanpa kecepatan untuk menyalip mereka," jelasnya. "Tetapi, ini juga menempatkan mobil kami dalam situasi di mana mereka bertarung habis-habisan untuk memperebutkan posisi yang tidak menghasilkan poin. Itu bukan situasi yang seharusnya kami ciptakan untuk mereka."

Sainz telah meminta maaf atas insiden tersebut, sementara Albon enggan memperbesar masalah. "Ini bukan Verstappen dan Ricciardo, ini lebih ringan dari itu," kata Albon, merujuk pada insiden tabrakan besar antara kedua pembalap Red Bull di Grand Prix Azerbaijan 2018. "Saya melihat dia mengunci roda, jadi saya langsung mencoba mengikuti garis lurus. Tapi kami bersentuhan, dan lantai mobil saya rusak parah, jadi kami harus masuk pit."

Baca Juga FIA Kecam Pelecehan Steward F1 Usai Penalti Colapinto di GP Belanda

Insiden ini menambah daftar panjang kekecewaan Williams musim ini. Tim asal Grove itu masih tertahan di papan bawah klasemen konstruktor, dan kejadian seperti ini jelas tidak membantu upaya mereka untuk bersaing di zona poin. Vowles menekankan pentingnya evaluasi internal agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Dengan pengakuan tanggung jawab dari tim, Williams kini menghadapi tugas berat untuk memperbaiki koordinasi antar pembalap dan strategi balapan. Kesalahan seperti ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi tim yang tengah membangun kembali performa mereka di Formula 1.