Semarang, Nusantara Media – Sebuah video yang viral di media sosial menghebohkan publik setelah memperlihatkan sebuah sepeda motor Yamaha Fiz R ludes terbakar di area SPBU 44.502.07 Jalan Sriwijaya, Candisari, Kota Semarang, Jumat (3/4/2026).

Menurut keterangan pemilik motor, kejadian bermula saat ia baru saja mengisi bahan bakar Pertamax dan mencoba menstarter kendaraannya. Tiba-tiba muncul percikan api yang diduga berasal dari masalah kelistrikan atau sistem pengapian. Api pun dengan cepat membesar.

Pemilik motor langsung berlari meminta bantuan petugas SPBU untuk menggunakan APAR yang tersedia di lokasi. Namun, yang terjadi justru menjadi sorotan. Banyak saksi dan narasi yang beredar menyebut petugas SPBU tidak segera mengizinkan penggunaan APAR dengan alasan harus menunggu persetujuan dari manajer atau atasan terlebih dahulu.

- Advertisement -

Warga sekitar yang melihat kejadian sempat protes keras. Ada yang teriak, “Gunane APAR iku nggo opo?” (APAR itu buat apa?). Sementara itu, petugas SPBU disebut justru meminta motor dijauhkan dari area pompa bensin demi keamanan. Baru setelah api semakin besar dan motor hampir habis terbakar, APAR akhirnya digunakan — saat motor sudah tinggal rangka gosong.

Pemilik motor yang kecewa mengaku berusaha memadamkan api sendiri dengan kain dan air sebelum akhirnya motornya hangus total. Ia pun melaporkan kejadian ini ke polisi dan disarankan membuat laporan resmi ke Polsek setempat terkait dugaan kelalaian penanganan darurat.

Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah–DIY membantah narasi tersebut. Area Manager Communication & Relations, Taufik Kurniawan, menyatakan tidak ada pembiaran atau penolakan penggunaan APAR. Menurutnya, petugas langsung membantu memadamkan setelah memastikan keamanan area pompa bensin terlebih dahulu.

“Kami tidak pernah mempersulit atau meminta izin khusus untuk menggunakan APAR dalam kondisi darurat. Itu bagian dari tanggung jawab kami untuk menolong,” tegas Taufik. Ia juga membantah isu bahwa APAR “mahal” sehingga enggan digunakan, dan menegaskan penggunaan APAR untuk keadaan darurat gratis 100%.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari manajemen SPBU setempat mengenai prosedur internal penggunaan APAR.

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya penanganan cepat saat kebakaran. Seperti yang sering disampaikan petugas pemadam kebakaran dalam pelatihan: Di mana pun dan kapan pun melihat kebakaran, segera ambil APAR terdekat dan gunakan tanpa ragu. Soal pengisian ulang, nanti bisa dikembalikan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kasus ini pun memicu perdebatan di media sosial tentang prosedur keselamatan di SPBU dan prioritas keselamatan jiwa serta harta benda dibandingkan birokrasi.

Polisi masih mendalami kasus ini untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian dari pihak SPBU.