Ketika Fred Vasseur tiba di Maranello, ia langsung melihat satu hal yang harus berubah: budaya takut gagal. Dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com, pria asal Prancis itu mengaku sejak hari pertama ia mendorong timnya untuk berani mengambil risiko lebih besar, baik di lintasan maupun dalam pengembangan mobil.

Hasilnya mulai terlihat di musim 2026. Mobil Ferrari SF-26 yang diluncurkan pada tes pramusim di Bahrain langsung mencuri perhatian. Ada sayap kecil di belakang knalpot yang dinamai FTM, plus sayap belakang yang bisa berputar 180 derajat—julukannya 'sayap Macarena'. Dua elemen ini mungkin hanya berdampak kecil pada performa, tapi jadi simbol bahwa Ferrari kini berani tampil beda.

Vasseur menekankan perubahan ini bukan hanya soal aerodinamika. Ia ingin seluruh lini tim, dari strategi balapan hingga pilihan set-up, tidak lagi sekadar mengikuti arus. "Kami harus mengambil risiko lebih besar," ujarnya. "Lebih berani dalam inovasi, mengambil arah berbeda dari yang lain."

- Advertisement -
Advertisement

Rival seperti Red Bull dan McLaren pun mulai meniru solusi Ferrari. Namun Vasseur sadar, tidak semua keputusan berani akan berbuah manis. Terkadang strategi agresif membuat mereka tampak jenius, seperti di Barcelona, tapi di lain waktu justru berakhir buruk. "Kami orang yang sama di pitwall," katanya, menekankan pentingnya konsistensi.

Baca Juga Steiner: Ferrari Harus Dukung Hamilton demi Gelar 2026

Dengan Charles Leclerc dan Lewis Hamilton yang sudah memenangkan grand prix tahun ini, pendekatan baru ini mulai membuahkan hasil. Namun Vasseur menegaskan, semakin lama timnya menerapkan mentalitas ini, semakin baik keputusan yang akan diambil. "Terkadang berhasil, terkadang tidak," akunya. "Tapi itulah prosesnya."