Ketika lampu padam di Aragon, semua mata tertuju pada Marc Marquez. Namun, di balik kemenangan gemilangnya, ada nama Marco Bezzecchi yang diam-diam mengukir cerita penting. Pembalap Aprilia itu finis ketiga di sprint dan grand prix, menunjukkan konsistensi yang mengkhawatirkan rivalnya.

Marc Marquez memang tampil perkasa. Dengan tingkat kemenangan 61% di sirkuit berlawanan arah jarum jam, ia kembali membuktikan dominasinya. Start dari posisi ketiga, ia langsung agresif menyalip Bezzecchi di Tikungan 1 sprint. Namun di balapan utama, ia sempat kesulitan saat lupa mematikan ride height device, membiarkan Bezzecchi dan Jorge Martin lolos. Marquez harus bekerja keras untuk memimpin, akhirnya menang dengan selisih 1,754 detik atas Pedro Acosta.

Kemenangan ini menandai sapu bersih Marquez di lintasan anticlockwise musim 2026. Raihan 37 poin dari Aragon membawanya naik ke posisi kedua klasemen, hanya 19 poin di belakang Martin. Ini kebangkitan setelah kegagalan di Inggris dua pekan lalu. Namun, di balik sorotan, Bezzecchi justru menunjukkan konsistensi yang mungkin lebih berharga.

- Advertisement -
Advertisement

Bezzecchi, yang cedera bahu dan lutut sebelum libur musim panas, kini menemukan ritmenya lagi. Dua kali finis ketiga di Aragon membuatnya makin dekat ke Martin. Gap 31 poin di awal akhir pekan kini menyusut menjadi 24 poin. Dengan Misano di depan mata, Bezzecchi dan Aprilia jelas akan menjadi favorit.

Baca Juga Fernando Alonso Bongkar Target Aston Martin, Masalah Belum Usai

Performa Bezzecchi adalah pengingat bahwa kejuaraan ini belum selesai. Sementara Marquez mencuri perhatian, Bezzecchi membangun momentum yang bisa menentukan. Jika ia mampu mempertahankan performa ini, bukan tidak mungkin ia menjadi penantang serius gelar. Aragon mungkin milik Marquez, tapi musim ini masih panjang.