Francesco Bagnaia mengaku merasa “terhina” setelah mengalami salah satu momen terburuk dalam karier balapnya. Pembalap Ducati itu menyebut dirinya “tidak melihat jalan keluar” dari masalah yang sedang dihadapinya di MotoGP saat ini.

Pebalap asal Italia itu menjalani akhir pekan yang menyedihkan di Sirkuit MotorLand Aragon. Ia gagal mencetak satu poin pun setelah finis ke-11 di sprint dan terjatuh pada balapan utama hari Minggu. Padahal, sebelum libur musim panas, Bagnaia menunjukkan progres signifikan, bahkan meraih kemenangan sprint di Brno. Namun performanya menurun drastis sejak seri Silverstone awal bulan ini.

Usai balapan, Bagnaia tampak sangat kecewa. Dalam wawancara, ia mengaku kehilangan kepercayaan diri untuk membalikkan keadaan musimnya.

- Advertisement -
Advertisement

“Saya memberikan segalanya di setiap sesi. Saya mencoba berpikir jernih di garasi, karena kami semua mencari solusi yang tak kunjung datang,” ungkapnya. “Ketika akhir pekan seperti ini terjadi, seperti di Silverstone, Anda jatuh dan berusaha, tetapi usaha Anda berarti melambat satu detik dari yang tercepat. Itu sangat menyakitkan dan memalukan.”

Ia menambahkan, “Ini mungkin salah satu momen terendah dalam karier saya, karena saya tidak melihat jalan keluar. Situasinya sama seperti balapan pertama, bahkan lebih buruk dalam dua balapan terakhir.”

Baca Juga Franco Morbidelli Protes Ketidakadilan Penalti di Dutch GP 2025

Masalah utama yang dihadapi Bagnaia adalah kurangnya traksi ban belakang. Ia kesulitan sejak Jumat, finis ke-13 di Practice, sementara semua pembalap Ducati lain lolos langsung ke Q2. Ia bahkan sempat berhenti di trek untuk menenangkan diri karena tidak ingin kembali ke garasi dalam keadaan marah.

Di sprint, ia tidak mampu bersaing. Di balapan utama, ia bertahan di posisi ketujuh sebelum tergelincir ke gravel pada lap keenam. “Saya tidak punya grip sama sekali. Setelah lima lap, ban belakang sudah habis,” jelasnya. “Saya kehilangan bagian belakang, dan ketika bagian belakang kembali, saya kehilangan bagian depan.”

Dengan trek Aragon yang dikenal memiliki daya cengkeram tinggi, kekhawatiran Bagnaia semakin besar menghadapi seri-sisa musim. Ia kini tertinggal jauh di klasemen, dan tekanan untuk segera bangkit semakin berat.