Proyek Audi Formula 1 menghadapi perubahan besar dalam struktur internal mereka menyusul keputusan mundurnya salah satu sosok paling senior dan berpengaruh di balik layar. Tim yang berbasis di Hinwil ini secara resmi mengumumkan bahwa veteran teknik sekaligus direktur Beat Zehnder akan meninggalkan operasi tim secara keseluruhan pada akhir musim 2027 mendatang. Kepergian ini menandai berakhirnya sebuah era yang sangat panjang bagi seorang figur yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk membangun fondasi organisasi balap asal Swiss tersebut dari nol hingga menjadi skuad kelas dunia.

Sosok berusia 60 tahun asal Swiss tersebut bukanlah orang sembarangan di dalam paddock Formula 1 maupun di markas besar Hinwil. Perjalanan kariernya dimulai jauh sebelum tim tersebut melakukan debut Grand Prix pada tahun 1993, di mana ia telah menjadi bagian integral dari organisasi Sauber. Berawal dari posisi seorang mekanik andal saat tim masih turun dengan dukungan pabrikan Mercedes di ajang Kejuaraan Mobil Sport Dunia, ia terus meniti tangga karier yang mengesankan hingga akhirnya dipercaya memegang peran vital sebagai manajer tim selama sebagian besar perjalanan Sauber di ajang Formula 1.

Dinamika kepemilikan tim yang kerap berganti sama sekali tidak menggoyahkan posisi maupun loyalitas sang insinyur senior terhadap skuad yang dibelakannya. Ketika sang pendiri tim memilih untuk mundur pada tahun 2012 dan resmi pensiun pada 2016 menyusul akuisisi kepemilikan oleh Longbow Finance di bawah kendali Finn Rausing, ia tetap bertahan dan mempertahankan peran seniornya di dalam struktur organisasi. Bahkan, tidak lama setelah pabrikan Jerman mengambil alih penuh kepemilikan tim untuk mempersiapkan proyek ambisius mereka, ia sempat bertransisi menempati posisi yang berbasis di pabrik.

- Advertisement -
Advertisement

Namun, restrukturisasi operasional yang masif dan menyeluruh menjelang musim 2027 membuat sang veteran akhirnya harus benar-benar meninggalkan proyek balap tersebut. Pihak manajemen Audi memberikan penghormatan yang sangat tinggi atas dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan selama puluhan tahun berkecimpung di dunia balap jet darat. Rekam jejaknya mencatat pencapaian luar biasa dengan mengawal tidak kurang dari 601 balapan Grand Prix secara berturut-turut tanpa pernah absen, sebuah rekor ketahanan dan komitmen yang sangat langka di era modern.

Baca Juga FIA Akui Keadilan F1 Kompromi dalam Kekacauan Kualifikasi Sprint GP Singapura

Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak tim, manajemen menegaskan bahwa kontribusi sang direktur senior jauh melampaui urusan teknis di atas lintasan balap. Beliau telah mendedikasikan waktu dan energinya untuk membimbing serta menjadi mentor bagi ratusan anggota tim maupun para pembalap muda berbakat yang datang dan pergi melewati fasilitas Hinwil selama bertahun-tahun. Pihak manajemen menyampaikan apresiasi mendalam dengan menyatakan bahwa mereka sangat berterima kasih atas pengabdian luar biasa selama 39 tahun dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya.