Peta persaingan gelar juara dunia MotoGP kembali mengalami gejolak besar menyusul insiden kecelakaan yang dialami oleh Jorge Martin pada sesi sprint di Australia. Keunggulan tipis dua poin yang sebelumnya dipegang oleh pembalap asal Spanyol tersebut kini berubah drastis menjadi defisit sepuluh poin. Tekanan semakin menumpuk seiring dengan digelarnya rangkaian balapan krusial di Malaysia dan Qatar yang dilangsungkan secara beruntun tanpa jeda waktu istirahat yang memadai bagi para kontestan papan atas.

Situasi pelik tersebut kontras dengan performa impresif yang ditunjukkan oleh Marc Marquez sepanjang sesi latihan bebas dan latihan resmi di Sirkuit Sepang, Malaysia. Bintang utama pabrikan Borgo Panigale itu berhasil menguasai catatan waktu tercepat dalam dua sesi sekaligus secara meyakinkan. Pada sesi FP1, pembalap berjuluk 'MM93' ini bahkan mampu unggul hampir setengah detik dari pesaing terdekatnya, sementara pada sesi latihan sore hari ia kembali memimpin meski mendapat perlawanan ketat dari sang adik, Alex Marquez, serta pembalap muda berbakat Ai Ogura.

Menanggapi performa gemilangnya di lintasan Sepang, Marc Marquez mengungkapkan bahwa karakter sirkuit ini kerap menghadirkan dinamika yang sulit ditebak dari tahun ke tahun. Dalam sesi jumpa pers terbatas dengan media, ia menjelaskan, "Sepang adalah bagi saya adalah sirkuit yang aneh. Dalam satu tahun saya kesulitan sejak awal, di tahun berikutnya saya langsung cepat. Kali ini saya langsung memiliki feeling yang bagus sejak lap pertama. Sore harinya saya mengambil sedikit lebih banyak risiko dan mengalami sedikit insiden di Tikungan 15, selebihnya semuanya berjalan sempurna."

- Advertisement -
Advertisement

Perubahan pendekatan balap yang lebih agresif ini rupanya sudah mulai diterapkan oleh pembalap asal Spanyol tersebut sejak seri di Mandalika. Faktor kebugaran fisik yang kini jauh lebih baik menjadi landasan utama bagi Marquez untuk tampil tanpa beban dan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya di atas kuda besi Ducati Desmosedici. Ia menyadari sepenuhnya bahwa peluang untuk mengamankan titel juara berada di dalam genggamannya dan bertekad memaksimalkan perolehan poin maksimal dari total 37 angka yang tersedia di Sepang akhir pekan ini.

Baca Juga Jorge Martin Siap Hadapi Akhir Pekan Sulit di Sepang dengan Lengan Patah

Terlepas dari dominasinya di atas lintasan, perhatian paddock juga tertuju pada kondisi fisik Jorge Martin yang tetap memaksakan diri turun membalap meskipun baru saja mendapati tulang lengan kanannya mengalami patah. Menanggapi keputusan sang rival, Marquez menunjukkan sikap profesional dan menghormati keputusan tim medis serta mentalitas baja yang dimiliki oleh lawannya tersebut. "Da saya tidak tahu persis apa yang dia alami, saya tidak ingin menghakimi. Saya tidak tahu apakah tulang radiusnya patah total atau hanya retak kecil. Kami memiliki protokol medis. Jika dokter mengatakan dia fit, maka saya percaya itu. Dia merasakan sakit, risikonya harus bisa diterima. Martin adalah pria tangguh, tapi dia harus menyerah hari ini," ujar juara dunia berkali-kali itu.