Meskipun Fernando Alonso secara terbuka menepis klaim mengenai rencana kembalinya dirinya ke ajang Reli Dakar pada musim 2027 mendatang bersama navigator berpengalaman Marc Coma, aktivitas pengujian terbaru di Maroko justru menceritakan narasi yang jauh berbeda di balik layar. Berdasarkan laporan dari media Spanyol seperti SoyMotor dan Marca, sang juara dunia Formula 1 dua kali tersebut dikabarkan tengah mempersiapkan sebuah proyek menarik yang melibatkan mesin Dacia dengan dukungan operasional dari Prodrive, sebuah langkah yang langsung memicu perbincangan hangat di kalangan pemerhati motorsport global.
Aktivitas pengujian intensif yang dilakukan di padang pasir Maroko ini terjadi tidak lama setelah rumor kepindahannya ke ajang reli paling melelahkan di dunia tersebut mencuat ke permukaan publik. Keputusan Alonso untuk menjajal medan off-road di luar kalender utama balap sirkuit sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan bagi para pengamat yang mengikuti perjalanan kariernya selama lebih dari dua dekade. Sepanjang kariernya yang gemilang, pembalap asal Spanyol ini dikenal sebagai sosok petualang sejati yang tidak pernah ragu keluar dari zona nyaman Formula 1 demi menaklukkan berbagai disiplin balap ekstrem dunia, mulai dari ajang balap ketahanan mobil sport hingga reli lintas alam yang menguras stamina fisik dan mental.
Ambisi besar Alonso dalam dunia balap pernah dibuktikannya ketika ia memburu gelar Triple Crown of Motorsport yang sangat prestisius. Ia sukses menaklukkan ajang Le Mans 24 Jam sebanyak dua kali berturut-turut pada tahun 2018 dan 2019 bersama Toyota Gazoo Racing, berbagi kokpit dengan rekan setimnya Sebastien Buemi dan Kazuki Nakajima. Meskipun usahanya di Indianapolis 500 bersama McLaren belum membuahkan kemenangan, catatan sejarah mencatat bahwa ia adalah salah satu dari sedikit pembalap elit era modern yang secara serius merambah berbagai ajang balap bergengsi dunia di sela-sela kesibukannya di kancah Grand Prix.
Pada debut perdananya di Reli Dakar tahun 2020 silam, Toyota mempercayakan mobil kepada Alonso dengan didampingi oleh Marc Coma, seorang legenda hidup balap motor reli Dakar yang kini menjabat sebagai direktur Rallye du Maroc. Keduanya tampil mengesankan dan berhasil menyelesaikan rute ekstrem tersebut di posisi ke-13 secara keseluruhan. Spekulasi mengenai reuni mereka semakin diperkuat dengan rencana mundurnya Dacia dari kompetisi Rally-Raid setelah musim 2026 berakhir, serta dinamika geopolitik di Timur Tengah yang membuat penyelenggara mulai mempertimbangkan wilayah alternatif seperti Maroko sebagai tuan rumah masa depan.
Baca Juga Prediksi Cuaca GP Spanyol 2026: Hujan Kembali Menghindari F1?Menanggapi berbagai rumor liar yang beredar menjelang akhir pekan balap Grand Prix Singapura, Marc Coma dan Alonso sempat memberikan klarifikasi di Marina Bay untuk meredam spekulasi. "Saya juga membaca rumor-rumor tersebut," ujar Alonso kepada media. "Namun secara fisik, saya tidak berpikir itu adalah hal yang memungkinkan. Hampir mustahil untuk mengombinasikan dua program yang sangat menuntut fisik seperti kejuaraan Formula 1 dan Reli Dakar secara bersamaan." Kendati demikian, jejak ban dan data telemetri dari pengujian rahasia di Afrika Utara tetap meninggalkan tanda tanya besar mengenai rencana jangka panjang sang pembalap veteran di dunia off-road.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!