Insiden menegangkan yang melibatkan dua pembalap McLaren di akhir sesi sprint Grand Prix Singapura berbuntut panjang. Pimpinan tim asal Woking tersebut terpaksa turun tangan menyusul manuver agresif yang berujung benturan, di saat ketatnya persaingan klasemen konstruktor membuat setiap poin menjadi sangat krusial bagi skuad oranye pepaya ini.

Pertarungan internal yang berujung petaka terjadi pada lap terakhir sesi sprint ketika Lando Norris mencoba menyusul rekan setimnya dari sisi dalam di Tikungan 5 demi memperebutkan posisi keempat. Upaya paksa tersebut berbuah senggolan keras yang membuat kedua mobil berputar dan memaksa Oscar Piastri harus rela gagal finis. Meski Norris mampu melanjutkan balapan dan finis di posisi kedelapan tanpa ada investigasi lebih lanjut dari pengawas balapan, tensi di garasi tim langsung meningkat tajam.

Prinsipal tim Andrea Stella menyatakan bahwa evaluasi internal dilakukan secara mendalam, bukan sekadar mencari siapa yang paling bersalah dalam insiden tersebut. Fokus utama manajemen adalah bagaimana menyatukan kembali visi para pembalap agar selalu menempatkan kepentingan kolektif di atas ambisi individu demi menjaga momentum penting di paruh musim ini.

- Advertisement -
Advertisement

Namun, respons yang jauh lebih tegas datang dari CEO McLaren Racing, Zak Brown. Berbicara secara blak-blakan kepada media, ia menegaskan bahwa tim telah memberikan instruksi mutlak agar insiden serupa tidak pernah terulang kembali di sisa kalender balap musim ini. Arahan tersebut diberikan tanpa kompromi mengingat ancaman nyata dari para rival terdekat di papan atas.

"Oh ya. Itu adalah peringatan agar tidak melakukannya lagi. Dan kami tidak meminta tolong. Itu adalah sebuah perintah," ujar Zak Brown dengan nada tegas. Ia menambahkan bahwa hasil tersebut sangat tidak perlu di tengah tekanan besar yang sedang dihadapi tim yang tengah berjuang mempertahankan posisi di klasemen, di mana Red Bull kini hanya terpaut sangat tipis di belakang mereka.

Baca Juga Tsunoda Minta Maaf Usai Tabrak Rekan Setim di Sprint Belanda

Setelah sempat melontarkan pembelaan diri usai sesi sprint, Lando Norris akhirnya mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh anggota tim. Pembalap asal Inggris tersebut menyadari bahwa keputusannya di tikungan telah merugikan perjuangan kolektif yang melibatkan ratusan kerja keras staf di pabrik.

"Saya tidak boleh mencoba apa yang saya lakukan, saya seharusnya tidak pernah mencobanya sejak awal, bahkan jika celah itu terbuka. Saya harus lebih memikirkan tim yang saya wakili daripada diri saya sendiri. Itu adalah kesalahan di pihak saya, saya mengecewakan tim," ungkap Norris yang kemudian berhasil bangkit untuk finis di posisi keempat pada balapan utama hari Minggu.

Dengan hasil rangkaian akhir pekan di Singapura, McLaren saat ini masih tertahan di peringkat ketiga klasemen konstruktor dengan koleksi 339 poin. Tekanan kian menumpuk karena posisi mereka kini hanya unggul tujuh angka saja dari Red Bull, sementara selisih dengan Ferrari di depan masih terpaut cukup jauh, menjadikan setiap seri tersisa sebagai penentuan hidup-mati.