Pengumuman resmi kembalinya pabrikan Ford ke ajang Kejuaraan Reli Dunia atau World Rally Championship (WRC) dengan status pabrikan penuh pada tahun 2028, serta konfirmasi peluncuran mobil baru untuk musim 2029, langsung memicu berbagai spekulasi di paddock. Salah satu nama yang paling kencang dihubungkan dengan proyek ambisius tersebut adalah Adrien Fourmaux, yang masa depannya tengah menjadi sorotan setelah dua musim bersama Hyundai.
Situasi kontrak dan peta kekuatan tim-tim peserta WRC untuk musim depan memang menghadirkan teka-teki tersendiri. Di kubu Hyundai, keputusan jangka panjang mereka di ajang reli masih belum menemui titik terang. Pabrikan asal Korea Selatan tersebut bahkan dipastikan tidak akan menurunkan mobil kelas utama pada tahun 2027, karena memilih untuk fokus melakukan homologasi ulang pada i20 N Rally2 ketimbang membangun mesin Rally1 baru atau memperbarui i20 saat ini melalui sistem kit seperti yang dilakukan M-Sport pada Ford Fiesta mereka.
Sementara itu, para rival utama bergerak cepat mengamankan susunan pembalap mereka. Toyota saat ini sedang dalam pembicaraan intensif dengan juara dunia dua kali Kalle Rovanpera untuk menentukan apakah ia akan kembali turun full-time, sekaligus mempertahankan juara dunia 2019 Ott Tanak sebagai pembalap pengembang utama untuk mobil baru mereka tahun 2027. Proyek Rally One dan WRT Rally1 Spanyol menjadi konstruktor lain yang menyiapkan mobil spesifikasi 2027, meski tidak satupun dari mereka yang akan tampil penuh pada musim 2026 mendatang.
Dengan komitmen kuat Ford untuk memberikan dukungan pabrikan secara signifikan mulai tahun 2028, opsi kembali ke M-Sport—tim tempat Fourmaux menghabiskan lima musim sebelum pindah ke Hyundai—tampak menjadi jalur paling logis bagi pembalap asal Prancis tersebut. Kendati demikian, Fourmaux menegaskan bahwa dirinya masih membuka diri terhadap berbagai peluang dan belum mengambil keputusan final mengenai masa depannya di kejuaraan reli internasional.
"Ketika Anda tidak memiliki kursi untuk tahun depan, Anda benar-benar melihat ke setiap proyek," ujar Fourmaux kepada DirtFish. "Jadi sebenarnya, saya sangat terbuka. Saya akan meluangkan waktu untuk mengambil keputusan." Ketika ditanya apakah ia memiliki tenggat waktu yang ketat untuk menentukan pilihan kariernya, ia menjawab singkat, "Monte Carlo? Hanya itu." Perlu diketahui, penutupan pendaftaran untuk seri pembuka musim 2027 dijadwalkan pada hari Minggu, 20 Desember.
Baca Juga Kejutan WRC Kembali ke Amerika Serikat Setelah Tiga DekadeAmbisi utama Fourmaux adalah kembali bersaing di kokpit mobil kelas utama Rally1 secepat mungkin, paling lambat pada tahun 2028. Mengingat hanya Toyota dan Ford yang saat ini telah dikonfirmasi bakal tampil penuh di kategori tersebut, dinamika bursa transfer pembalap dipastikan akan berjalan sangat ketat dalam beberapa bulan ke depan.
Meski pihak M-Sport maupun Ford Racing belum mau menyebutkan nama spesifik untuk program pabrikan mereka dalam pengumuman di Sardinia, rekam jejak Fourmaux di Dovenby Hall sangat dihargai. Ia dikenal memiliki umpan balik teknis yang luar biasa dalam membentuk arah pengembangan paket pembaruan Fiesta Rally2 sebelum kepindahannya. Kepala tim Richard Millener mengakui bahwa kehadiran pembalap top sangat krusial untuk memulai pengembangan mobil baru dan membangun fondasi tim menyambut regulasi masa depan yang kompetitif.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!