Dunia Formula 1 dihebohkan dengan dinamika internal di garasi Oracle Red Bull Racing setelah kepastian perombakan posisi krusial yang melibatkan sang juara dunia Max Verstappen. Setelah ikatan kerja yang begitu ikonik dan sukses bersama Gianpiero Lambiase, tim harus bersiap menghadapi era baru. Gianpiero Lambiase, yang selama ini menjadi sosok sentral di rato-radio pengarah sang pebalap asal Belanda, memutuskan untuk menerima tantangan baru setelah mendapat tawaran menarik dari McLaren Formula 1 Team.

Keputusan besar ini tentu memicu kehebohan di paddock, mengingat hubungan kerja antara Verstappen dan Lambiase telah terjalin sangat erat dan menghasilkan banyak kejayaan. Ketika Lambiase menerima tawaran dari kubu McLaren untuk mengemban posisi baru sebagai Chief Racing Officer yang berada langsung di bawah komando Team Principal Andrea Stella, Verstappen justru menunjukkan sikap suportif yang luar biasa. Alih-alih menghalangi, pebalap andalan Red Bull itu justru mendorong koleganya untuk mengambil peluang emas tersebut demi masa depan kariernya di ajang balap bergengsi ini.

Sebagai langkah antisipasi yang matang, manajemen Red Bull tidak perlu mencari jauh pengganti sosok penting di pit wall. Tom Hart, yang telah lama menjadi bagian dari skuad teknik Verstappen sebagai performance engineer dan terbiasa mengoptimalkan performa mobil balap, ditunjuk secara resmi sebagai penerus. Tom Hart bukanlah wajah baru di garasi tim, mengingat ia beberapa kali terbukti tampil solid menggantikan Lambiase pada saat-saat tertentu ketika sang insinyur senior berhalangan hadir karena urusan pribadi yang mendesak.

- Advertisement -
Advertisement

Transisi kepemimpinan teknis ini akan dilakukan secara bertahap menjelang fase akhir musim balap yang semakin sengit. Berdasarkan jadwal resmi yang telah disiapkan oleh tim, Tom Hart akan mendampingi Verstappen di balik kemudi pada seri-seri krusial di Amerika Serikat, Brasil, dan Las Vegas. Sementara itu, Gianpiero Lambiase masih akan bertugas mengawal sang pebalap di sisa balapan akhir musim termasuk di Meksiko, Qatar, dan Abu Dhabi sebelum benar-benar meninggalkan posisinya di Milton Keynes.

Baca Juga Lando Norris Tak Pikirkan Gelar, Fokus Satu Balapan Sekali

Langkah karier Lambiase ini menandai babak baru yang menarik, di mana spekulasi di paddock menyebutkan bahwa ia dipersiapkan untuk menjadi Team Principal McLaren dalam jangka menengah, meskipun pihak McLaren belum memberikan konfirmasi resmi terkait rumor tersebut. Di sisi lain, posisi kepala insinyur balap di Red Bull nantinya juga telah diatur untuk diteruskan oleh Tom McCullough pada tahun 2027 mendatang, menunjukkan betapa terstrukturnya rencana suksesi di tubuh tim juara dunia ini.

Bagi Tom Hart sendiri, perjalanan menuju kursi panas sebagai race engineer utama merupakan buah dari dedikasi panjang sejak ia bergabung dengan Red Bull Racing pada tahun 2012 usai menyelesaikan studinya di universitas. Memulai karier dari departemen simulasi, ia terus meniti tangga profesional hingga kini dipercaya memegang kendali komunikasi radio langsung dengan sang juara bertahan, sebuah tantangan besar sekaligus pembuktian kualitas teknik tingkat tinggi di kancah motorsport global.