Ajang balap reli dunia atau yang dikenal sebagai WRC terancam kehilangan salah satu seri paling menantang dan digemari di kalender internasional. Ajang bergengsi Croatia Rally yang selama ini sukses memikat para penonton serta mendulang pujian dari para pebalap karena karakter lintasan aspalnya yang tidak mudah ditebak, diprediksi bakal menggelar balapan terakhirnya dalam waktu dekat menyusul kebuntuan komunikasi dengan pihak pemerintah setempat.
Meskipun para penggemar motorsport masih dapat menyaksikan aksi menegangkan mobil-mobil reli di panggung khusus Kroasia pada 8 hingga 11 April tahun depan berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani pada 2024 lalu, ketidakpastian jangka panjang mulai membayangi nasib ajang tersebut. Hingga saat ini, pihak penyelenggara dihadapkan pada situasi pelik akibat belum adanya kejelasan administratif dari kementerian terkait untuk periode penyelenggaraan selanjutnya.
Ketua panitia penyelenggara Croatia Rally, Daniel Saskin, tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya ketika memberikan keterangan eksklusif kepada stasiun televisi Nova TV mengenai masa depan ajang reli di negaranya. Menurutnya, waktu persiapan yang mendesak serta ketiadaan respons tertulis menjadi batu sandungan utama yang membuat masa depan kejuaraan dunia tersebut berada di ambang jurang kegagalan.
“WRC akan kembali ke Kroasia tahun depan, dan kami sudah mengetahuinya sejak lama. Perjanjian tersebut ditandatangani pada tahun 2024, dan kami saat ini sedang bekerja keras mempersiapkan reli yang akan berlangsung pada 8-11 April,” ujar Saskin mengungkapkan situasi terkini persiapan ajang tersebut.
“Namun, karena alasan yang tidak kami ketahui, kami belum menerima konfirmasi tertulis apa pun dari Kementerian Pariwisata dan Olahraga tentang apa yang terjadi setelah itu,” tambahnya dengan nada kecewa menyoroti lambatnya birokrasi pemerintahan dalam memberikan kepastian hukum bagi keberlanjutan event internasional itu.
Lebih lanjut, Saskin memaparkan data ekonomi yang masif guna membuktikan bahwa investasi yang digelontorkan untuk mendanai ajang reli internasional ini memberikan imbal hasil yang luar biasa besar bagi keuangan negara. Berdasarkan riset mendalam dari Fakultas Ekonomi, kontribusi langsung terhadap anggaran negara tercatat mencapai angka fantastis sejak pertama kali digelar pada tahun 2021.
“Menurut studi oleh Fakultas Ekonomi, WRC telah menyumbang i100 juta secara langsung ke anggaran negara sejak 2021. Selain itu, eksposur yang didapat Kroasia bernilai lebih dari i2 miliar. Rekaman televisi dari reli tersebut telah disiarkan ke 165 negara di seluruh dunia,” jelas Saskin menjabarkan dampak ekonomi yang masif.
Mengingat anggaran operasional penyelenggaraan Croatia Rally berkisar antara i3 juta hingga i4 juta dengan porsi dukungan negara mencapai 40 hingga 50 persen, panitia penyelanggara tentu tidak memiliki kapasitas finansial yang memadai untuk menutupi kekurangan dana tanpa sokongan penuh dari pemerintah Kroasia. Menanggapi situasi pelik tersebut, Menteri Pariwisata dan Olahraga Tonci Glavina memberikan penjelasan normatif terkait posisi kementerian yang dipimpinnya.
Baca Juga Insiden Kebakaran Mencekam Mobil Ford RS200 di Rallylegend San Marino“Kami sedang bernegosiasi dan mendiskusikan masalah ini. Kami berinvestasi dalam proyek-proyek yang mendorong orang untuk bepergian ke Kroasia dan membawa kelompok wisatawan tertentu ke negara ini, terutama selama bulan-bulan ketika menarik pengunjung baru penting bagi kami,” ungkap Glavina membela kebijakan anggaran pemerintahannya.
“Semua proyek itu penting, tetapi kami juga memiliki anggaran sendiri, dan segalanya bergantung pada acara lain yang diadakan pada tahun-tahun tersebut,” lanjut Glavina memberikan sinyal kehati-hatian fiskal.
Kendati demikian, sikap diplomatis pemerintah sama sekali tidak meredakan kekhawatiran pihak penyelenggara. Saskin memandang situasi ini dengan kacamata pesimistis yang mendalam karena batas waktu krusial bagi kepastian kalender 2028 hingga 2030 akan segera kedaluwarsa dalam waktu dekat tanpa adanya kejelasan komitmen pendanaan dari negara.
“Kami telah menunggu selama beberapa bulan untuk mendapatkan informasi mengenai berapa banyak pendanaan yang dapat disediakan oleh negara agar Kroasia dapat tetap berada di kalender WRC dari 2028 hingga 2030,” keluh Saskin menegaskan lamanya waktu tunggu yang dihabiskan panitia.
“Batas waktunya akan segera berakhir, dan saya khawatir ajang WRC ini sudah berakhir bagi kami. Kita akan melihatnya di Kroasia untuk terakhir kalinya pada tahun 2027,” pungkasnya menutup wawancara dengan prediksi yang suram bagi dunia motorsport di Balkan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!