Guenther Steiner, mantan prinsipal tim Haas di Formula 1, melontarkan kritik tajam terhadap Lewis Hamilton usai Grand Prix Belanda. Menurutnya, pesan radio yang penuh frustrasi dari pembalap Ferrari itu justru tidak membantu situasi.
Dalam balapan di Zandvoort, Hamilton terus mendesak tim untuk membiarkannya melewati rekan setimnya, Charles Leclerc, yang menjalani strategi berbeda. Ketika tim akhirnya memanggil Leclerc masuk pit, Hamilton mengeluh bahwa waktu sudah banyak terbuang. Ia bahkan sempat menyindir dengan bertanya apakah dirinya dijadikan "kelinci percobaan" saat dipaksa bertahan dengan ban keras yang sudah tua.
Steiner, yang kini menjadi analis, menilai bahwa dibandingkan dengan Mercedes, manajemen Ferrari kurang siap menghadapi situasi seperti ini. "Mereka (Mercedes) sudah berdiskusi sebelumnya, dan diskusi itu tidak sepanas yang terjadi di Ferrari karena Anda sudah memberi tahu pembalap sebelum balapan tentang apa yang akan terjadi," ujarnya dalam podcast The Red Flags Podcast.
Ia menambahkan bahwa persiapan Ferrari untuk menghadapi potensi team order tidak sedetail yang dilakukan Mercedes, sehingga memicu kekacauan di lintasan. Namun, Steiner juga menyoroti sikap Hamilton yang terlalu kritis di radio tim.
Baca Juga Tsunoda Puas dengan Kualifikasi Sprint GP Belanda, Meski Masih Adaptasi"Saya rasa Lewis tidak membantu dirinya sendiri dengan bersikap terlalu kritis. Ketika Anda berada di dinding pit dan mendengar itu, rasanya seperti, 'Oh, orang ini terlalu membela diri. Dia tidak lagi melihat tim di sini,'" jelas Steiner. "Anda bisa bilang, 'Hei, bukankah lebih baik jika dia membiarkan saya lewat, saya lebih cepat,' daripada mengatakan, 'Oh, Anda membuat saya kehilangan waktu di sini.'"
Menanggapi hal ini, Hamilton kemudian angkat bicara melalui media sosial. Ia mengakui bahwa frustrasi yang muncul di radio bukanlah versi terbaik dari dirinya. "Saya telah mendengarkan kembali beberapa komentar radio dan TV saya. Di saat yang panas, frustrasi bisa keluar, terutama ketika Anda peduli sedalam ini," tulisnya di Instagram. "Tapi itu bukan versi terbaik dari saya. Saya bertanggung jawab atas hal itu, dan saya akan menjadi lebih baik. Gairah itu berasal dari keyakinan saya pada tim ini, orang-orang di dalamnya, dan apa yang sedang kita bangun bersama. Arahnya jelas. Keyakinan ada di sana. Dan perjuangan masih terus berlanjut."
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!