Will Buxton, analis F1 yang sebelumnya menjadi wajah F1 TV, mengangkat pertanyaan tajam soal kemampuan Ferrari mengelola dua bintangnya, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, setelah insiden team order yang ragu-ragu di Grand Prix Belanda.
Dalam podcast Up To Speed usai balapan di Zandvoort, Buxton membandingkan keraguan di dinding pit Ferrari dengan eksekusi cepat yang dilakukan Mercedes saat menukar posisi pembalapnya. Sementara tim Brackley tampil mulus dalam manuver serupa, Ferrari justru menghindari perintah tim, memicu rentetan pesan radio frustrasi dari Hamilton.
Menurut Buxton, ini lebih merupakan ujian bagi manajemen Ferrari daripada ujian hubungan kedua pembalap. Leclerc telah membela tim asal Maranello sejak 2019 dan sangat melekat dengan tim, sementara Hamilton baru bergabung pada 2025 setelah 12 tahun sukses bersama Mercedes. Meski butuh waktu beradaptasi, pembalap 41 tahun itu kembali ke performa terbaiknya pada 2026.
“Apakah ini ujian nyata pertama bagi hubungan Charles dan Lewis? Kalau bukan ujian hubungan, ya ujian bagaimana tim menanganinya. Karena Charles itu anak emas, kan? Selalu begitu. Dia Ferrari sejati. Mungkin dia tidak akan pernah balapan di tempat lain. Ini rumahnya, dan dia sudah di sini sejak kecil,” jelas Buxton.
“Lalu ada Lewis, si GOAT, juara dunia tujuh kali. Kamu tidak bisa menyenangkan keduanya, kan? Di tim F1, satu pembalap pasti kesal, satu lagi senang. Begitulah adanya, terutama dalam skenario seperti ini. Kadang kamu harus menerima kenyataan bahwa kamu akan membuat salah satu marah.”
Baca Juga FIA Tetapkan Tanggal Sidang Banding McLaren dan Red Bull atas Hasil GP MonakoBuxton menyoroti pengalaman Hamilton di Mercedes yang terbiasa dengan eksekusi cepat. “Lewis punya pengalaman tim yang langsung bertindak di Mercedes, dan dia ingin mentalitas juara dunia itu ada di Ferrari. Karena tanpa itu, kamu tidak akan pernah menang gelar. Jadi saya bisa melihat frustrasi Lewis seperti, 'Kawan, kita jadi terlihat bodoh di sini. Ini konyol.' Karena dia pernah mengalami sisi lain dari koin.”
Ia pun mempertanyakan langkah selanjutnya bagi Ferrari: “Apakah ini masalah Ferrari? Apakah ini masalah Charles-Lewis? Seberapa cepat mereka harus menghentikannya? Apakah mereka harus menuliskan prosedurnya, atau memahami bahwa tingkat eksekusi mereka saat ini masih jauh dari standar tim juara dunia?”
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!