Yuki Tsunoda menuntaskan hari pertamanya kembali sebagai pembalap Formula 1 dengan hasil yang cukup memuaskan. Pembalap asal Jepang itu mengaku "cukup puas" setelah menempati posisi ke-12 pada sprint qualifying Grand Prix Belanda, sebuah performa yang terbilang solid mengingat ia baru kembali duduk di kokpit setelah delapan bulan absen balapan.

Kepulangan Tsunoda terjadi secara mendadak. Isack Hadjar mengalami cedera pergelangan tangan saat libur musim panas sehingga harus mundur dari seri akhir pekan ini. Liam Lawson pun dipromosikan sementara ke Red Bull, sementara Tsunoda yang berstatus pembalap cadangan untuk kedua tim otomatis mengisi kursi kosong di Racing Bulls.

Menjalani grand prix ke-115 dalam kariernya, Tsunoda langsung mendapat tantangan berat. Ia menyelesaikan 35 lap pada sesi latihan bebas dan menempati posisi ke-17 dengan selisih delapan persepuluh detik dari rekan setimnya yang masih rookie, Arvid Lindblad. Namun saat sprint qualifying, ia berhasil memangkas defisit menjadi 0,433 detik di SQ1 dan 0,360 detik di SQ2, cukup untuk mengamankan posisi ke-12 di grid untuk balapan sprint.

- Advertisement -
Advertisement

"Sejujurnya, semuanya terasa seperti rookie lagi, seperti tekanan rem, semuanya sangat berbeda dari tahun sebelumnya," ujar Tsunoda setelah sesi tersebut. "Kamu punya dua set ban, kamu tidak ingin merusaknya langsung, jadi itu cukup rumit. Tapi pada akhirnya, saya cukup puas dengan performa di kualifikasi. Jelas masih ada beberapa hal yang bisa saya tingkatkan, tapi dengan format seperti ini, kamu ingin membangun secara bertahap."

Ini adalah pengalaman pertama Tsunoda dengan mobil F1 spesifikasi 2026 yang menggunakan mesin baru dengan 47% tenaga listrik. Manajemen energi menjadi krusial dibandingkan generasi sebelumnya. Ia pun harus cepat beradaptasi dengan karakter mobil yang jauh berbeda, terutama di tikungan kecepatan tinggi.

"Di sini, saya lebih fokus belajar tentang mobilnya. Masih tahap awal, jadi agak berbeda. Mungkin tidak adil untuk dikatakan, tapi kebanyakan pembalap sedikit kesulitan dengan keseimbangan, performa rem, dan jumlah downforce yang hilang dibandingkan tahun lalu. Saya butuh adaptasi cepat," jelas pembalap berusia 26 tahun itu.

Baca Juga McLaren Bawa Paket Upgrade Baru untuk GP Belanda demi Kejar Konsistensi

Tsunoda mengaku menikmati proses adaptasi ini. Ia sempat merasakan mobil tahun lalu yang menurutnya "salah satu mobil tercepat dalam sejarah" melalui program TPC (Testing of Previous Cars). Namun transisi ke mobil baru terasa sangat berbeda, terutama di trek tradisional dengan area run-off yang sempit.

Sasaran utamanya jelas: kualifikasi utama pada Minggu. "Sejauh ini, saya mampu membangun performa sesi demi sesi dengan cukup baik. Saya menantikan balapan panjang besok. Itu yang saya butuhkan untuk mengumpulkan data sebelum kualifikasi dan balapan," pungkasnya.

Dengan hanya delapan pembalap teratas yang mencetak poin di sprint, Tsunoda akan fokus menimba pengalaman dalam balapan 24 lap tersebut. Pengalaman itu bisa menjadi modal berharga untuk sisa akhir pekan di Zandvoort.