Pandeglang, Nusantara Media - Perhelatan Upacara Peringatan dan Karnaval Hari Santri Nasional Tahun 2026 tingkat Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menyisakan berbagai kesan mendalam bagi seluruh elemen masyarakat yang hadir. Bertindak langsung sebagai pemimpin upacara, Camat Panimbang, Supratrman, S.Pd, tampil khidmat di tengah ratusan santri yang memadati halaman Kantor Kecamatan Panimbang dengan mengenakan atribut khas keagamaan yang sarat akan nilai perjuangan moral bangsa.
Usai pelaksanaan upacara dan pelepasan peserta karnaval yang meriah, tim redaksi berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama Camat Panimbang mengenai makna peringatan Hari Santri tahun ini serta peran strategis pondok pesantren di wilayahnya. Kehadiran ratusan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kecamatan Panimbang yang hadir dengan penuh semangat bersatu padu bersama unsur Muspika, mulai dari jajaran Polsek Panimbang, Kepala Puskesmas, para tokoh agama, hingga masyarakat umum, menunjukkan tingginya soliditas sosial di daerah tersebut.

Dokumentasi Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Panimbang, Pandeglang.
Dalam sesi khusus bertajuk Menjaga Semangat Juang Santri untuk Indonesia Emas, Supratrman menyampaikan pandangannya mengenai antusiasme luar biasa dari masyarakat dan para santri. Menurutnya, pemandangan tersebut membuktikan bahwa kecintaan terhadap tradisi keagamaan dan nasionalisme di wilayah Panimbang sangat kuat dan mengakar di setiap lini kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga Dampak Pembangunan Tol Serang-Panimbang Abaikan Hak Akses Warga Pandeglang, Aliansi Banten Raya Ancam Gelar DemonstrasiKetika disinggung mengenai implementasi tema nasional Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas di tingkat lokal, Supratrman menjelaskan secara mendalam bahwa pondok pesantren merupakan benteng utama penjaga akhlak generasi muda. Santri tidak hanya dipandang sebagai simbol pendidikan keagamaan semata, melainkan fondasi moral bangsa yang harus didorong agar adaptif terhadap kemajuan zaman, teknologi, dan tantangan global tanpa meninggalkan akar keislamannya.
"Tema tersebut sangat relevan dan mendalam. Santri bukan hanya simbol pendidikan keagamaan semata, melainkan fondasi moral bangsa. Di Panimbang, pondok pesantren adalah benteng utama penjaga akhlak generasi muda," ujar Supratrman memberikan penegasan analitis mengenai posisi strategis para santri.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral yang solid antara pemerintah, kepolisian, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat dalam membangun daerah yang aman dan kondusif. Kolaborasi nyata di Hari Santri ini membuktikan bahwa pemerintah kecamatan selalu hadir membersamai langkah-langkah strategis dunia pesantren demi mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata dan berkesinambungan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!