Menjelang Grand Prix Australia yang penuh antisipasi, Pedro Acosta menegaskan bahwa fokus utamanya hanyalah mempersembahkan hasil maksimal bagi pabrikan yang membelanya saat ini, KTM. Pembalap muda berbakat asal Spanyol tersebut secara terbuka menyatakan bahwa dirinya tidak akan menjadi sekutu bagi siapapun, termasuk calon rekan setimnya di masa depan, dalam persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh sang pembalap merespons dinamika persaingan di papan atas yang melibatkan nama-nama besar seperti Marc Marquez dan para pesaing dari pabrikan Aprilia. Menanggapi situasi panas tersebut di sela-sela persiapan balapan akhir pekan ini, Acosta berbicara kepada jurnalis MotoGP.com Elliot York mengenai pendirian tegasnya di atas lintasan balap.

Tidak, maksud saya, tidak ada kawan di sekitar, ujar Acosta kepada MotoGP.com. Pada akhirnya, saya berada di KTM, dan seperti yang saya katakan selama musim ini, saya akan mencoba memberikan hasil terbaik yang saya bisa hingga hari terakhir, dan kemudian tahun depan akan menjadi cerita yang berbeda. Saya akan mencoba membawa beberapa podium kembali ke pabrik dalam beberapa GP terakhir ini yang biasanya merupakan trek yang positif bagi kami.

- Advertisement -
Advertisement

Pemenang Red Bull Ring ini memulai akhir pekan di Sirkuit Phillip Island dengan berada di posisi kelima klasemen sementara Kejuaraan Dunia. Ia hanya terpaut satu angka saja di belakang pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, serta unggul tigabelas poin dari pembalap VR46 Ducati, Fabio di Giannantonio. Posisi ini tentu memberikan motivasi tambahan baginya untuk terus mengamankan poin krusial demi menjaga martabat skuad Oranye.

Sang pembalap debutan sensasional ini juga memiliki alasan kuat untuk menatap akhir pekan di Australia dengan penuh optimisme. Mengingat catatan manis musim lalu di mana ia sukses mengamankan podium pada sesi Sprint serta finis di jajaran lima besar balapan utama Grand Prix, potensi untuk mengulang atau bahkan memperbaiki pencapaian tersebut terbuka sangat lebar.

Musim lalu sama sekali tidak buruk, kenang Acosta saat mengulas performa masa lalunya di Phillip Island. Podium Sprint, finis di lima besar dalam balapan Grand Prix. Memang benar bahwa kami cukup jauh dari pemenang saat itu. Tetapi bagaimanapun, mari kita lihat apa yang akan terjadi sekarang.

Baca Juga Daftar Pemenang MotoGP Sepanjang Masa Usai GP Aragon 2026

Kendati demikian, ia tetap memberikan peringatan serius terhadap ancaman nyata yang datang dari kubu Aprilia. Pabrikan asal Noale tersebut terbukti tampil sangat dominan dan menyapu bersih kemenangan di Phillip Island musim lalu lewat aksi gemilang Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez, sebuah indikasi bahwa persaingan tahun ini akan jauh lebih menantang.

Mari kita coba berada sedekat mungkin, imbuhnya. Selain itu, ini adalah kesempatan terakhir berkunjung ke Phillip Island dengan spesifikasi motor ini, mari kita coba memberikan pertunjukan yang bagus untuk para penggemar setia yang hadir di sirkuit.

Selain faktor teknis mesin dan persaingan ketat di lintasan, Acosta juga menyimpan harapan besar terhadap kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah di wilayah pesisir Australia tersebut. Menurutnya, hujan dapat menjadi variabel menarik yang meratakan kekuatan motor sekaligus membuka peluang bagi pembalap untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam melakukan manuver pembeda.

Saya berharap banyak hujan turun! tandas Acosta. Phillip Island adalah lintasan di mana seorang pembalap dapat membuat perbedaan, tetapi seperti yang saya katakan, Aprilia telah membuat kemajuan yang bagus tahun lalu. Kami akan mencoba berada sedekat mungkin, dan jika cuaca basah, tentu saja itu akan jauh lebih menyenangkan bagi para penonton.