Penyelenggara kejuaraan NextGen NZ Championship memberikan tanggapan yang tajam dan bernada menyindir setelah siaran televisi acara balap mereka di Australia dipersoalkan oleh otoritas penyiaran setempat. Permasalahan ini bermula ketika Foxtel menayangkan ajang balap yang menampilkan mobil bersejarah dengan corak sponsor era lampau, yang kemudian berujung pada teguran dari Otoritas Komunikasi dan Media Australia (ACMA) menyusul adanya pengaduan publik mengenai regulasi ketat periklanan tembakau.

Awal tahun ini, kejuaraan nasional tersebut menggelar perhelatan akbar Grand Prix Selandia Baru ke-70 di Highlands Motorsport Park. Dalam event bergengsi itu, sebuah mobil bersejarah milik mendiang pembalap sekaligus pengusaha Tim Miles, yakni sebuah mobil Formula Atlantic Swift DB4 eks-Jos Verstappen, turun ke lintasan dengan balutan corak asli zamannya. Mobil tersebut menampilkan merek-merek ikonik masa lalu termasuk logo tembakau klasik yang kini telah dilarang di ruang publik modern, memicu perdebatan pelik terkait batasan antara sejarah otomotif dan penegakan hukum penyiaran.

Menanggapi polemik tersebut, para pemimpin penyelenggara yang dipimpin oleh tokoh motorsport terkemuka Tony Quinn bersama kepala sirkuit Josie Spillane langsung berdiri di garis depan untuk membela para pemilik mobil klasik. Mereka menilai bahwa penerapan aturan yang terlalu kaku terhadap kendaraan bersejarah justru mengancam kelestarian warisan budaya balap motor. Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui platform media sosial mereka, pihak penyelenggara menyampaikan kritik pedas namun jenaka terhadap keputusan yang dinilai mengabaikan konteks sejarah dunia balap.

- Advertisement -
Advertisement

Pihak penyelenggara mengungkapkan bahwa liputan dari ajang balap akbar tersebut ternyata menarik perhatian birokrasi penyiaran di seberang laut. Beberapa mobil klasik yang tampil di layar kaca harus mengenakan warna sponsor asli tempat mereka bertarung pada dekade-dekade sebelumnya. Di bawah regulasi terbaru yang berlaku di Australia, kondisi tersebut kini dianggap sebagai pelanggaran serius yang mengancam penayangan program olahraga otomotif di masa depan, menciptakan dilema baru bagi para promotor dan pemilik koleksi mobil balap bersejarah.

Situasi ini dengan cepat menjelma menjadi isu krusial bagi dunia balap historis di berbagai belahan dunia, di mana para pemilik mobil kini dihadapkan pada pilihan sulit antara menutup corak asli kendaraan mereka dengan lakban atau membatalkan penyiaran balapan demi menghindari sanksi hukum. Penyelenggara menggambarkan tindakan menutup logo historis tersebut ibarat menempelkan catatan kecil di atas lukisan Mona Lisa hanya karena dikhawatirkan dapat memicu reaksi berlebihan dari penonton, sebuah analogi yang menyoroti absurditas penerapan aturan tanpa melihat nilai estetika dan sejarah.

Baca Juga Verstappen Kritik Sirkuit Madring: Minta Input Pembalap untuk Desain Lintasan

Meskipun demikian, pihak penyelenggara menegaskan komitmen penuh mereka untuk tetap mendukung upaya global dalam menjauhkan iklan produk tembakau dari dunia olahraga modern. Mereka sepakat bahwa tidak ada pihak yang menginginkan kembalinya promosi rokok di era sekarang, namun mereka juga menekankan adanya perbedaan mendasar antara iklan komersial baru dengan pelestarian kendaraan orisinal yang menceritakan perjalanan sejarah akar rumput dunia balap. Menurut mereka, solusi paling rasional adalah memberikan pengecualian yang masuk akal bagi mobil-mobil klasik bersejarah.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap aturan yang dianggap membungkam sejarah tersebut, NextGen NZ Championship menyatakan akan terus melanjutkan rangkaian siaran mereka dengan memastikan setiap logo orisinal tetap terlihat jelas di layar kaca. Musim ini sendiri menandai tahun ketiga bagi National Racing Group Promotions Limited dalam menjalankan peran penting mereka sebagai promotor resmi di bawah naungan MotorSport New Zealand untuk mengelola kejuaraan balap tingkat nasional di kawasan tersebut.