Jakarta, Nusantara .media – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) hari ini menggelar Sidang Isbat untuk menentukan awal bulan Syawal 1446 H, yang menandai perayaan Idul Fitri. Sidang ini berlangsung di kantor Kemenag dan dihadiri oleh berbagai ulama, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari organisasi Islam di seluruh Indonesia.
Sidang Isbat dimulai dengan seminar posisi hilal yang menjelaskan kondisi astronomi menjelang bulan Syawal. Pemantauan hilal dilakukan di 33 lokasi di seluruh Indonesia, kecuali Bali yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa posisi hilal pada malam ini masih di bawah ufuk, sehingga belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyat MABIMS.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, memprediksi bahwa Idul Fitri 2025 akan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Menurut perhitungan astronomi, ijtimak menjelang Syawal 1446 H terjadi pada 29 Maret 2025 sekitar pukul 17.57 WIB, dengan ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara -3° 15.47′ hingga -1° 4.57′.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil resmi dari Sidang Isbat akan diumumkan melalui konferensi pers oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Masyarakat dapat menyaksikan pengumuman tersebut secara langsung melalui live streaming di kanal YouTube Kemenag mulai pukul 19.00 WIB.
Dengan hasil sidang yang diperkirakan, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk merayakan Idul Fitri pada tanggal 31 Maret 2025. Kemenag mengimbau agar umat Islam tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati dalam merayakan hari besar ini.
Kemenag juga mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan momen Idul Fitri sebagai waktu untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Mari kita sambut hari kemenangan ini dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan.
Penulis : Tim Nusantara.media