Peta persaingan Kejuaraan Reli Eropa atau yang lebih dikenal sebagai European Rally Championship resmi berakhir dengan cara yang dramatis pada penutupan musim 2026. Pereli asal Latvia, Martins Sesks, sukses mengamankan kemenangan kelima sepanjang kariernya di ajang bergengsi tersebut dalam seri pamungkas Rally Six Cities North of Portugal yang menyajikan pertarungan teknis tingkat tinggi di atas lintasan tanah.

Mengandalkan mobil Skoda Fabia RS Rally2 yang dibalut ban berperforma tinggi, Sesks tampil dominan sejak hari pertama setelah sebelumnya sempat menguasai sesi kualifikasi. Meskipun sempat mendominasi jalannya lomba dari awal hingga paruh akhir perlombaan, tantangan berat sempat menghampiri pereli andalan tim tersebut ketika ia harus menghadapi masalah pada peredam kejut depan menjelang fase-fase krusial hari Minggu, yang membuat posisinya sempat terancam oleh para pesaing terdekatnya di klasemen.

Pertarungan sengit di barisan terdepan melibatkan pereli muda asal Finlandia, Roope Korhonen, yang terus menekan habis-habisan dan bahkan sempat merebut pimpinan lomba pada Special Stage 13 dari total 17 SS yang dilombakan. Namun, nasib sial menimpa Korhonen menjelang akhir reli ketika kerusakan pada diferensial belakang mobil Toyota miliknya merusak ritme balap dan memaksanya hanya mengandalkan sistem penggerak roda depan saja hingga garis finis.

- Advertisement -
Advertisement

Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Pablo Sarrazin untuk menyalip Korhonen pada etape penentu dan mengamankan podium kedua, sementara Sesks melesat sendirian di depan untuk memastikan kemenangan dengan keunggulan lebih dari satu menit penuh. Hasil gemilang di tanah Portugal ini tidak hanya menjadi milik sang pereli secara pribadi, tetapi juga memastikan Team MRF Tyres keluar sebagai juara umum kategori tim untuk keempat kalinya sepanjang musim kompetisi 2026.

Baca Juga Roope Korhonen Incar Kemenangan di Final Reli ERC Portugal

Sementara itu, drama juga mewarnai perjuangan mantan peraih gelar juara nasional Portugal dan unggulan pra-acara, Kris Meeke. Mengemudikan Toyota GR Yaris Rally2, Meeke harus memulai lomba dari posisi sulit akibat kesalahan kecil di kualifikasi yang memaksanya bertindak sebagai pembuka jalan pada hari Sabtu, sebelum akhirnya insiden kecelakaan di SS4 menghentikan langkahnya secara permanen dan menutup peluang meraih podium penutup musim.

Di papan klasemen akhir kejuaraan pereli, kesuksesan mendulang poin maksimal di Portugal mendongkrak posisi Sesks ke peringkat kelima klasemen akhir meskipun ia hanya turun di dua ajang sepanjang tahun ini. Gelar juara dunia pereli sendiri sebelumnya sudah dipastikan menjadi milik Teemu Suninen, sedangkan Miko Marczyk mengamankan posisi runner-up di bawah kawalan ketat para pesaing kelas berat lainnya.