Aksi dramatis tersaji secara penuh dalam penutupan kejuaraan reli Eropa ketika Martins Sesks sukses mengamankan kemenangan gemilang di Portugal. Persaingan ketat mewarnai jalannya lomba dari hari pertama hingga etape penutup yang melelahkan, menyuguhkan tontonan khas ajang reli level benua yang menguji daya tahan teknik kendaraan serta mentalitas para pebalap di atas lintasan berat.
Sepanjang hari Sabtu, dominasi tampak berada di tangan pebalap asal Latvia tersebut yang mengandalkan kemudi kendaraan Ford di ajang WRC musim ini. Namun, drama langsung pecah pada perulangan etape Minggu pagi ketika ia mengalami masalah kerusakan peredam kejut atau damper. Kendala mekanis tersebut memaksa posisinya merosot ke peringkat kedua, memberikan jalan bagi pebalap asal Finlandia, Roope Korhonen, untuk mengambil alih pimpinan lomba dengan mengendarai mobil Toyota.
Kejutan belum berhenti sampai di situ karena ketatnya persaingan kembali memakan korban pada putaran terakhir reli. Giliran Korhonen yang harus menghadapi mimpi buruk ketika kendaraannya mengalami gangguan teknis parah, membuatnya kehilangan tahta teratas dan terlempar ke posisi ketiga secara keseluruhan. Situasi tak terduga ini membuka kembali peluang emas bagi pesaing di belakangnya untuk merangsek naik.
"Ini adalah reli yang cukup gila dan segala macam hal terjadi. Namun kami menunjukkan kecepatan yang konsisten sepanjang lomba. Kami memenangi kualifikasi, menjadi yang tercepat kemarin, dan tampil di batas kemampuan pagi ini. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim yang menjaga mobil tetap utuh. Kami berhasil melakukannya," ujar Sesks yang kali ini turun gelanggang dengan mengendarai mobil pabrikan Skoda.
Di sisi lain, kekecewaan mendalam jelas dirasakan oleh kubu Korhonen setelah memimpin sebagian besar paruh akhir lomba. "Apa yang bisa dikatakan? Kami memiliki kecepatan yang fantastis, tetapi ini adalah sebuah kehancuran besar. Semuanya berjalan baik sebelum masalah itu terjadi. Namun, inilah bagian dari reli," ungkap Korhonen menanggapi insiden yang merenggut peluang juaranya secara dramatis.
Baca Juga Kecelakaan Parah di Reli Finlandia Paksa Mikko Heikkila Bangun Ulang MobilMemanfaatkan kejatuhan para pesaing utamanya, pebalap muda asal Prancis, Pablo Sarrazin, melesat mulus untuk mengamankan posisi kedua dengan selisih waktu lebih dari satu menit di belakang sang juara. Mengemudikan mobil Lancia, pemuda berusia 20 tahun tersebut menunjukkan kematangan mental luar biasa untuk berdiri di atas podium prestisius bersama para seniornya.
"Luar biasa. Terima kasih banyak kepada tim dan federasi motorsport Prancis yang telah memungkinkan kami datang ke sini. Ayah saya selalu mendorong saya juga. Tim melakukan pekerjaan luar biasa dan co-driver saya Yannick Roche tentu saja adalah salah satu yang terbaik. Kami beruntung. Saya baru berusia 20 tahun, jadi tentu saja masih banyak pekerjaan di depan, tetapi kami berada di jalur yang benar," tutur Sarrazin usai memastikan podium peraknya.
Sementara itu, perebutan posisi klasemen akhir musim juga memunculkan cerita tersendiri setelah Teemu Suninen sebelumnya telah memastikan gelar juara Eropa dan absen di seri pemungkas ini. Pebalap Polandia Miko Marczyk yang finish di urutan kedelapan sukses mengunci posisi runner-up ERC, mengungguli Andrea Mabellini dengan keunggulan tipis lima poin saja. Rangkaian seri penutup di Portugal ini sekali lagi membuktikan bahwa reli Eropa selalu menyajikan ketidakpastian hingga bendera finis dikibarkan.
| Pos | Pebalap | Pabrikan | Waktu/Selisih |
|---|---|---|---|
| 1 | Martins Sesks | Skoda | 2:05:42.1 |
| 2 | Pablo Sarrazin | Lancia | +1:02.9 |
| 3 | Roope Korhonen | Toyota | +1:25.0 |
| 4 | Jan Solans | Skoda | +1:48.0 |
| 5 | Simone Tempestini | Skoda | +2:28.4 |
| 6 | Arthur Pelamourgues | Hyundai | +3:19.0 |
| 7 | Armindo Araujo | Skoda | +3:25.8 |
| 8 | Miko Marczyk | Skoda | +4:00.3 |
| 9 | Pedro Almeida | Toyota | +4:04.4 |
| 10 | Leo Rossel | Lancia | +4:37.2 |
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!