Red Bull memberikan Nikola Tsolov kesempatan pertamanya menjajal mobil Formula 1 dalam sesi tes resmi di Imola. Ini bagian dari strategi jangka panjang mereka untuk memetakan calon pembalap di masa depan, terutama untuk kursi Racing Bulls pada 2027.

Pemimpin klasemen Formula 2 musim ini menuntaskan 690 kilometer dengan mobil VCARB 02—mesin balap Racing Bulls musim 2025—dalam program Testing of Previous Cars (TPC) pada Kamis. Bagi Red Bull, momen ini bukan sekadar formalitas, melainkan ujian nyata bagaimana junior mereka beradaptasi dengan mesin GP.

Manajer tim Racing Bulls, Alan Permane, mengaku puas dengan penampilan Tsolov. "Hari ini langkah positif. Dia cepat beradaptasi dan menunjukkan ketenangan yang kita inginkan dari pembalap yang pertama kali mencoba F1," ujarnya. "Ini bagian dari rencana pengembangan berkelanjutan untuk memberi mereka alat, jarak tempuh, dan lingkungan yang tepat."

- Advertisement -
Advertisement

Tsolov sendiri tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. "Akhirnya kesempatan ini datang. Saya menikmati setiap lap dan sulit diungkapkan dengan kata-kata," katanya. "Terima kasih untuk VCARB dan Red Bull Junior Team yang percaya padaku. Ini sesuatu yang saya perjuangkan sepanjang hidup."

Ambisi Tsolov jelas: menjadi pembalap F1 pertama asal Bulgaria. Namun, ia harus bersaing ketat dengan Liam Lawson atau Arvid Lindblad untuk kursi Racing Bulls. Sementara itu, pada awal pekan yang sama, Lawson menjalani tugas tes ban Pirelli untuk Red Bull di Mugello, menggantikan Isack Hadjar yang cedera di GP Belanda.

Baca Juga Hamilton vs Schumacher: Anda yang Menentukan Pembalap F1 Terhebat

Lawson menuntaskan 116 lap dengan waktu terbaik 1:22.297, sedangkan Ayumu Iwasa—juara Super Formula—mencatat 117 lap dengan 1:23.414. Audi dan McLaren juga ambil bagian dalam tes itu; Oscar Piastri tercepat pada Rabu dengan 1:21.358, diikuti Lando Norris 1:21.899, dan Nico Hulkenberg untuk Audi dengan 1:24.012.

Bagi Red Bull, tes ini bukan hanya soal Tsolov. Ini peta jalan regenerasi: memberikan jam terbang kepada para junior di sela kesibukan musim, sembari menjaga opsi tetap terbuka untuk dua tahun ke depan.