Ketegangan yang sempat menyelimuti garasi Ferrari akhirnya mulai mencair menjelang akhir pekan balap Formula 1 di Brasil. Lewis Hamilton secara terbuka memberikan pembaruan krusial mengenai hubungannya dengan rekan setimnya, Charles Leclerc, menyusul insiden panas yang melibatkan kedua pembalap tersebut pada lap pertama Grand Prix Meksiko pekan lalu.
Insiden kontroversial di Meksiko City tersebut bermula dari perebutan posisi terdepan yang berujung pada hilangnya posisi penting bagi Hamilton, sementara Leclerc diganjar penalti waktu lima detik oleh steward. Kombinasi dari insiden itu membuat skuad Kuda Jingkrak kehilangan peluang emas meraih kemenangan Grand Prix yang sudah di depan mata, memicu kemarahan mendalam dari sang juara dunia tujuh kali yang sempat mempertanyakan mentalitas serta pendekatan balap Leclerc.
Di sisi lain, Leclerc sendiri sempat mengalihkan fokusnya sejenak ke luar lintasan menyusul kelahiran anak pertamanya bersama sang istri, Alexandra, awal pekan ini. Meskipun demikian, situasi internal tim tetap memerlukan penanganan serius setelah Prinsipal Tim Ferrari, Fred Vasseur, menunjukkan kemarahan yang seirama dengan Hamilton, menegaskan bahwa kepentingan tim harus selalu diletakkan di atas segalanya.
Menatap akhir pekan Grand Prix Sao Paulo, tantangan berat sudah menanti kubu Maranello di Sirkuit Interlagos. Leclerc dipastikan harus menerima penalti turun 10 grid akibat pergantian komponen Internal Combustion Engine (ICE), sementara Hamilton harus rela memulai balapan dari posisi paling buncit di barisan belakang menyusul pergantian power unit secara menyeluruh.
Meskipun sesi kualifikasi yang diguyur hujan lebat di Interlagos sama sekali tidak menjanjikan kemudahan bagi tim asal Italia tersebut, kabar baik datang dari ruang pertemuan internal mereka. Berbicara kepada Sky Sports F1 seusai sesi, Hamilton menjelaskan bagaimana proses rekonsiliasi antara dirinya dan rekan setimnya itu berlangsung tanpa perlu intervensi langsung dari sang prinsipal tim.
"Maksud saya, Fred belum menjernihkan suasana, dalam artian seperti saya dan Charles," ungkap Hamilton kepada media. "Kami duduk dan berbicara, lalu kami meredakannya, dan kami melanjutkan hidup. Saya pikir kami masih memiliki rasa hormat yang sangat besar satu sama lain, dan saya senang kami bisa mengobrol. Sekarang kami melangkah maju. Dan kami akur-akur saja seperti biasa, jadi terkadang, dalam skenario tersebut, hanya butuh sebuah percakapan."
Baca Juga Dino Beganovic Raih Pole F2 Australia 2026 di Albert ParkLebih lanjut, pembalap asal Inggris tersebut menegaskan bahwa tidak ada tuntutan berlebihan yang diajukan oleh salah satu pihak selama diskusi privat tersebut berlangsung. Pertemuan itu murni menjadi wadah bagi kedua pembalap untuk saling menyampaikan sudut pandang, mengevaluasi area yang perlu diperbaiki, serta mencari cara terbaik untuk saling mendukung di sisa musim kompetisi.
"Dan tidak ada tuntutan dari kedua belah pihak. Ini murni keduanya memberikan poin dan area di mana kita bisa berbuat lebih baik dan saling mendukung. Jadi saya tentu berharap bisa menjalani balapan yang lebih baik minggu ini," tambahnya penuh optimisme.
Kabar ini tentu membawa angin segar dan kelegaan bagi markas besar Ferrari di Italia. Namun, pembuktian sesungguhnya akan tersaji di sisa ronde balapan musim ini, di mana konsistensi kerja sama antara Lewis Hamilton dan Charles Leclerc sangat dibutuhkan untuk mengamankan posisi kedua dalam klasemen Kejuaraan Konstruktors.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!