Krisis finansial yang melanda ajang Rally Sweden semakin memperburuk situasi internal di tubuh motorsport negara tersebut setelah setengah dari total asosiasi regional mendesak diadakannya pertemuan luar biasa. Sebanyak enam dari dua belas asosiasi regional di bawah naungan SBF telah resmi menarik dukungan dan menyatakan mosi tidak percaya kepada jajaran pengurus federasi menyusul pembengkakan utang yang dinilai membahayakan masa depan organisasi secara keseluruhan.

Konflik berkepanjangan ini berpusat pada masalah keuangan yang membelit Rally Sweden AB, sebuah badan usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh federasi motorsport nasional. Berdasarkan laporan media lokal Varmlands Folkblad pada awal Oktober lalu, terungkap bahwa perusahaan tersebut menanggung beban utang hingga mencapai jutaan kronor. Situasi kian pelik setelah diketahui bahwa induk perusahaan telah secara sistematis menghabiskan dana yang seharusnya dialokasikan untuk penyelenggaraan reli di masa depan, sementara posisi direktur utama kini hanya menyisakan Anna Nordqvist seorang diri di dalam jajaran direksi.

Perwakilan asosiasi regional Central Norrland, Per-Erik Norback, secara terbuka mengkritik keras langkah pengurus federasi yang dinilai lalai dalam mengelola keuangan organisasi. Menurutnya, masalah ini bukanlah hal baru melainkan akumulasi dari buruknya tata kelola bisnis yang terus-menerus menggerus kas organisasi hingga akhirnya menyisakan tumpukan utang masif. Norback menegaskan bahwa dana yang dihabiskan oleh pengurus merupakan uang milik anggota yang seharusnya dikelola dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan bersama, bukan justru membiarkan aliran dana keluar tanpa pengawasan ketat.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam pernyataannya kepada situs Riks, Norback secara tegas menyatakan bahwa ajang reli bergengsi tersebut sudah tidak memiliki masa depan di bawah struktur perusahaan yang ada saat ini. Para asosiasi regional mendesak agar Federasi Olahraga Automotif Swedia segera memutuskan seluruh ikatan finansial dan kepemilikan dengan perusahaan penyelenggara demi menyelamatkan keuangan organisasi induk dari beban utang yang terus menumpuk setiap tahunnya.

Baca Juga De Pasquale Akui Suasana Tim 18 Belum Pulih Usai Gagal di Bathurst

Lebih lanjut, Norback menekankan bahwa fungsi utama sebuah federasi olahraga adalah membina dan mengutamakan kepentingan para anggotanya, alih-alih bertindak sebagai promotor atau penyelenggara ajang balap secara langsung. Ia berpendapat bahwa pengelolaan event reli maupun balap sirkuit seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada operator eksternal independen sebagaimana lazimnya diterapkan di berbagai negara lain, sehingga langkah pelepasan kepemilikan atas ajang tersebut kini menjadi satu-satunya solusi logis yang harus segera ditempuh oleh federasi.