Max Verstappen mengawali rangkaian akhir pekan Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat di Sirkuit COTA dengan catatan yang menjanjikan, meski timnya masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar. Sang juara dunia empat kali tersebut berhasil mengamankan posisi kedua dan ketiga pada sesi latihan bebas hari Jumat, selalu berada di bawah catatan waktu tercepat yang dibukukan oleh Charles Leclerc dengan selisih kurang dari dua persepuluh detik pada kedua kesempatan tersebut.
Meskipun performa Red Bull Racing tidak langsung mendominasi jalannya latihan seperti yang terlihat pada beberapa seri sebelumnya, pembalap asal Belanda itu mengaku merasa cukup puas dengan impresi awal dari mobil RB22 di atas lintasan Texas. Tantangan utama di sirkuit ini tidak hanya terletak pada karakter lintasannya, melainkan juga bagaimana mengombinasikan setelan kendaraan agar mampu meredam kontur lintasan yang sangat bergelombang sejak hari pertama kedatangan para tim di Austin.
"Ini adalah awal yang positif untuk akhir pekan. Trek ini tidak pernah mudah ketika harus mencari kompromi yang tepat antara tikungan kecepatan rendah dan kecepatan tinggi," ungkap Verstappen memberikan analisis mendalam seusai melakoni sesi latihan bebas kedua (FP2) di hadapan para awak media.
Lebih lanjut, pembalap andalan skuad berbasis Milton Keynes tersebut menambahkan bahwa kondisi lintasan yang tidak rata semakin memperumit situasi di kokpit. "Gundukan-gundukan itu membuatnya semakin sulit, jadi Anda mencoba menemukan keseimbangan yang baik di dalam mobil dan mendapatkan ritme. Itulah yang telah kami kerjakan di antara FP1 dan FP2. Masih ada sedikit pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyempurnakan keseimbangan itu, tetapi secara keseluruhan ini bukan hari yang buruk sama sekali," imbuhnya.
Dari sudut pandang teknis, direktur teknik Pierre Wache memberikan penjelasan lebih rinci mengenai area yang harus segera dibenahi oleh tim insinyur Red Bull. Berdasarkan analisis data GPS, mobil mereka sebenarnya tampil sangat kompetitif saat melibas bagian lintasan bertarif kecepatan tinggi, namun performa di tikungan lambat masih menjadi celah yang harus segera ditutup demi menghadapi ancaman serius dari para rival terdekat mereka akhir pekan ini.
Baca Juga Grid F1 2027 Mulai Rapi Setelah Verstappen Perpanjang Kontrak"Ini jelas merupakan performa kecepatan rendah yang menjadi fokus kami saat ini. Kecepatan lambat adalah kunci bagi kami," tegas insinyur asal Prancis tersebut saat membedah kelemahan mobil RB22 di sela-sela kesibukan garasi tim. Data telemetri memperlihatkan bahwa mobil Ferrari milik Leclerc sangat perkasa saat melakukan pengereman dan keluar dari tikungan-tikungan lambat seperti di Turn 1 maupun Turn 11.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!